Tangerang, VIVA – Dewa United Banten berhasil mencatatkan debut manis di kompetisi internasional BCL Asia-East 2026. Menjamu wakil Thailand, Hi Tech Basketball Club, di Dewa United Arena pada Jumat 27 Maret 2026, tim berjuluk "Anak Dewa" tersebut menang meyakinkan dengan skor 97-77.
Meski berakhir dengan selisih 20 poin, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Arki Dikania Wisnu dan kawan-kawan sempat tertinggal 17-22 di kuarter pertama sebelum akhirnya mengamuk di kuarter-kuarter berikutnya.
Kunci Perubahan: Kontrol Tempo dan Soliditas Defense
Asisten pelatih Dewa United, Ramiro Diaz Cuello, mengakui bahwa timnya sempat kehilangan arah di awal laga. Namun, penyesuaian strategi di tengah pertandingan menjadi titik balik kemenangan mereka.
“Kami belum mengontrol tempo di awal, tapi seiring pertandingan berjalan kami menemukan opsi permainan yang lebih baik. Koneksi antar pemain, terutama dengan pemain lokal, juga semakin meningkat dan defense kami jadi lebih solid,” ujar Ramiro usai laga dilansir situs resmi Dewa United.
Senada dengan sang pelatih, bintang kemenangan Dewa United, Troy Gillenwater, menyebut bahwa efektivitas serangan menjadi pemicu membaiknya pertahanan mereka. Menurutnya, ritme permainan yang lambat di awal hampir saja menjadi bumerang bagi tim.
“Kami memulai dengan lambat, tapi setelah offense kami membaik, itu juga membantu defense kami. Kami hanya perlu terus bekerja keras dan bermain sebagai tim,” kata Gillenwater yang tampil dominan dengan koleksi 31 poin dan 9 rebound.
Dominasi Pemain Asing dan Ledakan Lokal
Selain Gillenwater, kemenangan ini juga diwarnai oleh performa impresif beberapa pilar lainnya:
- DJ Cooper: Sang playmaker menjadi nyawa permainan dengan catatan luar biasa 19 assist.
- Joshua Ibarra: Mencetak double-double dengan 14 poin dan 11 rebound.
- Rio Disi: Mewakili barisan pemain lokal, Rio tampil tajam dengan 18 poin, termasuk akurasi tinggi dari garis tiga angka.
Menatap Laga Penentu Grup A
Hasil positif ini menempatkan Dewa United di puncak klasemen sementara Grup A. Namun, perjuangan belum usai. Sebagai tim debutan di level Asia, membangun chemistry tetap menjadi prioritas utama tim asuhan Agusti Julbe ini.





