AS Boros Gunakan Rudal Tomahawk di Perang Iran, Stok Disebut Menipis

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-- Sejak awal perang AS melawan Iran, Departemen Perang AS telah menggunakan lebih dari 850 rudal Tomahawk, yang telah mengurangi cadangan senjata yang tersedia di kawasan tersebut, demikian laporan The Washington Post pada Jumat (26/3/2026). Washington Post, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa tingkat peluncuran rudal jelajah tersebut mengkhawatirkan para pejabat pertahanan, karena hanya beberapa ratus yang diproduksi per tahun.

Selain itu, salah satu dari sumber tersebut menggambarkan jumlah rudal yang tersisa di Timur Tengah sebagai "sangat rendah dan mengkhawatirkan."

Baca Juga
  • Puncak Arus Balik Diprediksi Hari Ini, Korlantas Polri Siapkan Opsi One Way Nasional
  • Puasa Syawal atau Ganti Puasa Ramadhan, Mana yang Harus Didahulukan?
  • Wisata Danau Diatas Solok Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan Pasca Lebaran

Ketergantungan AS pada Tomahawk dalam konflik Iran akan membutuhkan diskusi mendesak tentang apakah akan memindahkan beberapa di antaranya dari bagian lain dunia, termasuk kawasan Indo-Pasifik, dan upaya jangka panjang untuk membangun yang baru, beberapa pejabat AS mengatakan kepada surat kabar tersebut.

Namun, juru bicara Pentagon (sebutan bagi Departemen Perang AS) Sean Parnell mengatakan bahwa AS memiliki semua yang dibutuhkan "untuk melaksanakan misi apa pun pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden dan dalam jangka waktu apa pun."

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Namun kemudian, Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, dan juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, sehingga mendorong kenaikan harga.

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disney Garap Film Stepsisters, Akiva Schaffer Ditunjuk Jadi Sutradara
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Gedung Putih perkirakan terima respons Iran atas rencana gencatan
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Gen Z-Gen Alpha Mohon Perhatian, Dunia Bakal Cari Banyak Tukang Ledeng
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ada Gerakan Sembako Murah oleh Prabowo, Pengendara Diimbau Hindari Kawasan Monas
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang SP3, 68 Warga di Lahan TPU Kamal Kalideres Mulai Pindah Mandiri
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.