Gen Z-Gen Alpha Mohon Perhatian, Dunia Bakal Cari Banyak Tukang Ledeng

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi tukang ledeng. (Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bos raksasa investasi BlackRock, Larry Fink, menilai dunia ke depan akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja terampil seperti tukang ledeng, tukang listrik, hingga tukang las. Hal ini seiring masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI) yang mulai menggantikan sejumlah pekerjaan kantoran.

Dalam wawancara dengan BBC International, Fink menyebut masyarakat selama ini terlalu mengagungkan pendidikan tinggi dan profesi "kantoran" seperti perbankan, hukum, dan media, sementara meremehkan pekerjaan teknis.

"Kita benar-benar menghakimi begitu banyak pekerjaan dan begitu banyak orang yang mungkin seharusnya tidak terjun ke perbankan atau media atau hukum," ujarnya, dikutip Sabtu (28/3/2026). "Mungkin mereka seharusnya menjadi pekerja hebat dengan tangan mereka, dan kita sekarang perlu menyeimbangkan kembali pendekatan itu."


Fink menegaskan, lonjakan AI justru akan menciptakan permintaan besar pada pekerjaan berbasis keterampilan teknis. Dalam surat tahunannya kepada pemegang saham, ia menyebut ledakan AI akan membuka banyak peluang kerja di sektor seperti perpipaan dan kelistrikan.

Menurut dia, perubahan ini menuntut pergeseran cara pandang terhadap karier. Selama ini, profesi seperti tukang ledeng kerap dipersepsikan negatif, sementara bankir investasi justru diidolakan.

"Kita perlu bangga bahwa karier bisa sama kuatnya di bidang perpipaan dan kelistrikan ini," kata Fink.

Baca: 3 dari 10 GenZ Tak Punya Pekerjaan, Nasibnya Makin Mengerikan

Ia juga mengkritik sistem pendidikan di Amerika Serikat (AS) pasca-Perang Dunia II yang terlalu mendorong generasi muda untuk kuliah. "Kita mengatakan kepada semua anak muda, pergilah ke perguruan tinggi. Dan mungkin kita berlebihan," ujarnya.

Fink juga menolak anggapan bahwa investasi besar-besaran di sektor AI merupakan gelembung. Menurutnya, perlombaan teknologi global justru menuntut investasi yang lebih agresif.

"Saya percaya ada perlombaan untuk dominasi teknologi. Jika kita tidak berinvestasi lebih banyak, China akan menang," ujarnya.

Meski begitu, ia menggarisbawahi satu tantangan utama dalam pengembangan AI, yakni mahalnya biaya energi. Karena itu, negara-negara didorong untuk mengombinasikan berbagai sumber energi, termasuk mempercepat transisi ke energi terbarukan demi memastikan pasokan energi yang murah dan stabil.

"Kenaikan harga energi adalah pajak yang sangat regresif. Ini lebih memengaruhi kaum miskin dibandingkan kaum kaya," katanya.

Sebagai informasi, BlackRock saat ini mengelola aset sekitar US$14 triliun atau setara Rp224.000 triliun, menjadikannya salah satu investor terbesar di dunia.

Baca: Banyak Gen Z Terjerat Pinjol, OJK Buka Suara

(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Perkuat Fintech, Infrastruktur Pembayaran Dorong Ekonomi Digital RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Efektif Urai Macet, Jasa Marga Catat 49 Ribu Kendaraan
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Kemendikdasmen Dorong Generasi Kuat Lewat Pendidikan Bermutu dan Nilai Toleransi
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Inflasi Asia Hingga 3,2 Persen
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pertamina Patra Niaga: Layanan tambahan siap saat puncak balik Lebaran
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Selamat dari Kecelakaan, Bos HS Muhammad Suryo Berangkatkan Umrah 150 Karyawan
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.