REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia siap meningkatkan kemitraan strategis dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Di antara realisasinya ialah penguatan kerja sama antara Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Keamanan Negara (Ministry of State Security/MSS) RRT.
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Teddy Indra Wijaya mengatakan, peningkatan kemitraan tersebut sejalan dengan visi strategis Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara berkomitmen memperkuat keamanan nasional Indonesia, terutama di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
Baca Juga
Kejati Banten Selidiki Dugaan Korupsi Aset UIN Syarif Hidayatullah, Eks Rektor Turut Dipanggil
Buru Pasukan AS, IRGC Beri Peringatan kepada Warga Sipil Timur Tengah
161 Calon Haji Aceh Barat Siap Berangkat Mei 2026
Lebih lanjut, Seskab Teddy menjelaskan, salah satu fokus penguatan kerja sama ke depan antara kedua negara ialah meningkatkan kemitraan strategis antara BIN dan MSS.
"Peningkatan hubungan baik serta kerja sama MSS dengan BIN di masa depan menjadi bagian dari kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Prabowo yang memiliki visi untuk meningkatkan keamanan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik pada tatanan multipolar melalui peran aktif di berbagai dimensi hubungan internasional," ujar Seskab Teddy dilansir Antara pada Jumat (27/3/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada Jumat (27/3/2026), Presiden Prabowo menerima kunjungan Menteri Keamanan Negara RRT, Chen Yi Xin, di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan ini antara lain membahas perihal peningkatan kerja sama antarnegara dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan.
Dalam pertemuan tersebut, jelas Seskab Teddy, pihak RRT menyampaikan harapan untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara sahabat. Ini terutama dalam memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan.