Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut efisiensi yang disiapkan pemerintah akibat gejolak perang Timur Tengah akan mencakup tiga tahap. Seluruh kementerian/lembaga akan kena dampak.
Untuk diketahui, efisiensi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasil efisiensi ditargetkan menghemat anggaran sekitar Rp80 triliun guna mengantisipasi pembengkakan belanja subsidi BBM yang dipicu kenaikan harga minyak.
"Di seluruh kementerian ada efisiensi. Ada [tiga tahap, red]. Yang satu, dua, tiga, yang ketiga pokoknya itu kami desain bisa menutupi kekurangan anggaran yang ada," ujarnya kepada wartawan di aula Mezzanine, Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Alih-alih memotong anggaran, Purbaya mengaku akan menyerahkan setiap kementerian/lembaga untuk melakukan efisiensi pagu belanja mereka masing-masing.
Salah satu lembaga yang ikut melakukan penyisiran anggaran, kata Purbaya, adalah Badan Gizi Nasional (BGN). Pada keterangan sebelumnya, dia sempat mengeklaim lembaga yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu bisa menghemat anggaran hingga Rp80 triliun.
Bahkan, terdapat wacana penghematan APBN untuk MBG dengan pelaksanaannya dipangkas dari enam menjadi lima hari saja dalam waktu sepekan.
Baca Juga
- Efisiensi di Kemenkeu, Purbaya Ungkap Alasan Ogah Rekrut Pegawai Pajak Baru
- Efisiensi Anggaran Jilid II: Utak-atik APBN demi Jaga Defisit 3%
- Efisiensi Anggaran Lagi, Mendagri Minta Pemda Pangkas Perjalanan Dinas
Namun, berbeda dengan MBG, Purbaya menyebut anggaran yang disiapkan pemerintah untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tak akan menjadi sasaran efisiensi.
Sebab, anggaran negara untuk program itu ditujukan guna membayar jaminan pemerintah kepada perbankan yang menyalurkan kredit ke KDMP. Nilainya Rp40 triliun setahun.
"Saya hanya harus bayar sekitar Rp40 triliun per tahun kan itu aja. Untuk nyicil utang Koperasi Merah Putih. Tetapi itu diambil dari dana yang tadinya anggaran yang mungkin peluang bocornya banyak. Kalau yang ini jadi bagus dipakai untuk suatu yang lebih produktif," tuturnya.
Istana Pantau EfisiensiIstana Kepresidenan pun memastikan ikut terlibat dalam berjalannya efisiensi APBN sebagai respons meredam gejolak perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan penyisiran anggaran dilakukan terhadap seluruh K/L. Namun, saat dimintai konfirmasi, dia enggan mengungkap anggaran program atau K/L mana yang paling besar menjadi sasaran efisiensi.
Apabila mengacu pada pernyataanya saat wawancara Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026), estimasi target efisiensi anggaran kali ini sekitar Rp80 triliun.
"Enggak ada [yang terbesar], itu kan bagian dari semua yang kami sisir," tuturnya usai menghadiri rapat dengan Menkeu Purbaya hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3/2026).
Prasetyo menyebut pemerintah tengah melakukan finalisasi terhadap seluruh langkah-langkah efisiensi belanja. Hasil dimaksud berpeluang diumumkan pekan ini.
"Secepatnya diumumkan, minggu ini," ujar politisi Partai Gerindra.
Adapun di Hambalang, Prasetyo sempat melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa target efisiensi Rp80 triliun kali ini berada di luar nilai realokasi anggaran sebelum-sebelumnya.
Apabila ditotal sejak tahun pertama menjabat, dia mengeklaim realokasi anggaran yang sudah dilakukan Prabowo kurang lebih mendekati Rp800 triliun.





