EtIndonesia. Perkembangan terbaru situasi di Timur Tengah, militer Israel mengumumkan bahwa dalam sebuah operasi malam, mereka telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk komandan angkatan laut yang berperan penting dalam memimpin blokade Selat Hormuz.
Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran TewasMiliter Israel menyatakan bahwa saat serangan terjadi, komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, sedang mengadakan pertemuan dengan para komandan senior.
“Orang ini tangannya berlumuran darah. Dialah yang memimpin blokade Selat Hormuz. Ini sekali lagi membuktikan bahwa kerja sama kami dengan sekutu, termasuk Amerika Serikat, sedang mencapai tujuan perang yang telah ditetapkan,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menyatakan bahwa selain Tangsiri, serangan udara ini juga menewaskan kepala intelijen angkatan laut Garda Revolusi, Behnam Rezaei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya, yang mana secara signifikan melemahkan kemampuan Iran dalam merencanakan operasi teror di laut.
Katz menegaskan: “Ini adalah peringatan jelas bagi organisasi teroris yang saat ini mengendalikan rezim Iran, yaitu Garda Revolusi Islam. Semua pejabat seniornya akan diburu oleh militer Israel dan dilumpuhkan satu per satu.”
Sebelumnya minggu ini, Tangsiri sempat menyatakan di platform X bahwa setiap kapal yang melewati Selat Hormuz harus berkoordinasi penuh dengan otoritas maritim Iran—sebuah langkah yang dianggap sebagai gangguan terhadap ekonomi global.
Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper menyatakan bahwa selama masa jabatannya, Tangsiri memerintahkan penggunaan drone bunuh diri dan rudal untuk menyerang ratusan kapal serta menyebabkan banyak korban sipil. Amerika Serikat menetapkannya sebagai “teroris global” pada 2019 dan menambahkan sanksi lanjutan pada 2024.
Kapal Induk AS Tembak Jatuh Ratusan Rudal IranSejauh ini, operasi militer AS telah menghancurkan puluhan ribu target Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya membantah klaim Iran, dengan menegaskan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) tidak mundur akibat serangan Iran, melainkan berhasil menembak jatuh 101 rudal Iran.
Cooper juga menekankan bahwa sejak dimulainya operasi “Epic Fury”, sekitar 92% kapal besar angkatan laut Iran telah dihancurkan, dan kekuatan angkatan laut Garda Revolusi berada dalam kemunduran yang tidak dapat dipulihkan.
Komandan Hizbullah Juga TewasSebelumnya, militer Israel juga mengumumkan telah menewaskan komandan senior unit anti-tank Hizbullah di wilayah Hajir, Hassan Mohammad Bashir.
Bashir disebut pernah memimpin berbagai kelompok bersenjata dan bertanggung jawab atas ratusan serangan terhadap militer Israel dan warga sipil Israel.
AS Pertimbangkan Strategi Baru terhadap IranDi sisi lain, menghadapi Iran yang terus mengontrol Selat Hormuz, militer AS kemungkinan sedang merencanakan untuk merebut Pulau Kharg guna menguasai jalur energi Iran sebagai kartu tawar dalam negosiasi mendatang.
Namun, laporan menyebut Iran telah menanam ranjau di pulau tersebut untuk menimbulkan korban besar bagi pasukan AS. Iran juga mengancam bahwa jika AS melakukan invasi, mereka akan menguasai Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, guna menghambat jalur perdagangan global.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa proposal gencatan senjata 15 poin telah disampaikan kepada pejabat tinggi Iran, namun mereka tidak berani mengakuinya secara terbuka karena takut dibungkam dari dalam. Media Israel juga melaporkan bahwa selama negosiasi berlangsung, operasi pembunuhan terarah AS untuk sementara tidak akan menargetkan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Araghchi.
Reporter NTD Television, Wang Ziyi, melaporkan dari Amerika Serikat.





