Menekraf: Ekonomi kreatif perlu dikelola berbasis data

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) -

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru.

Sebagaimana dilansir dari siaran resmi Kementerian Ekonomi Kreatif pada Sabtu, hal itu disampaikan Menekraf saat melakukan kunjungan ke kantor Katadata Indonesia di Jakarta, Jumat (27/3), guna menyerap aspirasi pelaku ekosistem kreatif, khususnya sektor media.

“Ekonomi kreatif atau industri kreatif ini seperti the new mining atau tambang baru yang tersebar di seluruh daerah dan harus kita kelola bersama,” ujar Teuku Riefky.

Baca juga: Kemenekraf terbitkan rekomendasi soal pengambilan foto di ruang publik

Baca juga: Kemenekraf dukung kolaborasi sektor retail hidupkan warisan budaya

Ia menyebutkan, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto melihat sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, pendekatan berbasis data menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif agar lebih tepat sasaran.

“Potensi ekonomi kreatif berbasis data untuk akselerasi pertumbuhan sangat besar. Kolaborasi dengan Katadata sangat relevan untuk menyusun kebijakan berbasis data,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menekraf juga memaparkan capaian indikator kinerja utama kementerian, antara lain realisasi investasi ekonomi kreatif yang mencapai Rp183,01 triliun atau 134 persen dari target 2025.

Selain itu, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2024 tercatat sebesar 6,57 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03 persen.

Sementara itu, Co-founder Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui penyediaan data berbasis riset dan komunikasi.

Ia menilai masa depan ekonomi kreatif Indonesia bergantung pada ekosistem kolaboratif yang ditopang oleh data, riset, dan narasi yang kuat.

“Kami percaya masa depan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada ekosistem kolaboratif yang didukung data, riset, dan narasi yang kuat,” ujar Metta.

Katadata juga memaparkan sejumlah inisiatif strategis, mulai dari penguatan insight data, penyelenggaraan forum lintas daerah, hingga dukungan promosi bagi pelaku UMKM di berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Dalam diskusi tersebut, pemerintah dan Katadata juga membahas potensi kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan dukungan terhadap UMKM, pengembangan kekayaan intelektual, serta pemanfaatan data dalam penyusunan kebijakan.

Kemenekraf dan Katadata sepakat mendorong peran data sebagai fondasi dalam memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Menekraf apresiasi Blok M sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif

Baca juga: Kemenekraf dan KAI hadirkan instalasi Pelangi di Mars saat Lebaran

Baca juga: Kemenekraf fasilitasi klip video musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istri Richard Lee Diperiksa soal Kasus yang Menjerat Suaminya
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Airlangga Pastikan Kebijakan WFH Diterapkan Maret
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
SIM Keliling 28 Maret 2026, Kesempatan Terakhir Perpanjang SIM Tanpa Ujian
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Warga Keluhkan Pungli di Pantai Sayang Heulang Garut: Parkir Motor Rp 45 Ribu
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Belanda vs Norwegia: Oranje Menang Tipis, Tijjani Reijnders Jadi Penentu di Amsterdam
• 11 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.