Warga Keluhkan Pungli di Pantai Sayang Heulang Garut: Parkir Motor Rp 45 Ribu

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wisatawan mengeluhkan mahalnya biaya akses masuk dan parkir di Pantai Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Diduga, ada pungli di baliknya.

Sejumlah pengunjung mengaku diminta membayar tarif yang tidak sesuai ketentuan, bahkan disertai pungutan tambahan yang tidak jelas.

Keluhan itu salah satunya beredar di media sosial. Wisatawan mengaku harus mengeluarkan Rp 45.000 untuk biaya parkir satu unit sepeda motor saat masuk ke kawasan wisata. Padahal, tarif yang tercatat di tiket resmi Rp 15.000 untuk kendaraan roda.

Selain persoalan tarif, kondisi lingkungan di kawasan wisata juga menuai kritik. Dalam video tersebut, wisatawan menilai area Pantai Sayang Heulang masih kurang terawat, dengan banyaknya sampah dan penataan yang belum optimal.

Kondisi itu dianggap tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Sementara, Fahmi, salah seorang wisatawan lainnya mengaku harus membayar tiket masuk lebih banyak dari jumlah orang.

"Saya beli tiket empat untuk empat orang, diberi empat tiket tapi harus bayar untuk lima tiket," katanya, Sabtu (28/3).

Penagihan tersebut, menurut Fahmi dilakukan di area pintu masuk oleh oknum yang mengatasnamakan petugas. "Bukan di sebelum atau setelah pos, tapi oleh petugas pos," tegasnya.

Tak hanya itu, Fahmi juga mengeluhkan adanya pungutan tambahan dengan dalih uang kebersihan dengan nominal minimal Rp 10.000. Pungutan ini dinilai memberatkan karena tidak disertai kejelasan aturan maupun transparansi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Beni Yoga, menegaskan pemerintah daerah telah menetapkan tarif resmi yang wajib dipatuhi oleh seluruh pihak.

Ia menjelaskan, untuk hari biasa tarif masuk sebesar Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Sementara pada akhir pekan, tarif menjadi Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 7.000 untuk anak-anak. Sedangkan pada momen libur khusus, tarif dewasa sebesar Rp 20.000 dan anak-anak Rp 10.000.

“Untuk parkir kendaraan, motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000. Itu sudah jelas dan harus dipatuhi,” ujarnya.

Beni Yoga menegaskan, apabila ditemukan pungutan di luar ketentuan tersebut, maka hal itu bukan bagian dari kebijakan resmi. Ia mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan dan mendokumentasikan praktik pungli di lapangan.

“Kalau ada oknum yang menarik biaya di luar ketentuan, silakan viralkan. Tunjukkan siapa pelakunya agar kami bisa menindaklanjuti bersama pihak terkait,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Garut turun tangan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, menyampaikan pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi guna menindaklanjuti informasi masyarakat itu.

“Kami sedang melakukan penyelidikan di wilayah Garut selatan bersama Polsek setempat, termasuk memeriksa sejumlah saksi baik dari petugas tiket maupun warga sekitar,” ungkapnya.

Dari hasil sementara, polisi menemukan adanya seorang warga yang mengaku sempat meminta uang kepada pengunjung dengan nominal sekitar Rp 40.000. Namun, yang bersangkutan bukan merupakan petugas resmi di loket tiket.

“Yang bersangkutan ini bukan petugas resmi. Dia berada sebelum pintu masuk dan meminta uang kepada wisatawan dengan alasan tiket,” jelas Joko.

Modus yang digunakan pelaku, lanjutnya, yakni mengadang pengunjung sekitar 50 meter sebelum gerbang utama. Setelah menerima uang, pelaku kemudian mengarahkan wisatawan untuk mengambil tiket di pos resmi di dalam kawasan.

“Ini yang sedang kami dalami, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat,” tambahnya.

Meski demikian, diakui Joko, hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan petugas resmi dalam praktik tersebut. Namun, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab.

“Kami pastikan proses penyelidikan masih berjalan. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga,” pungkas Joko.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Pangan Hari Ini (28/3/2026): Beras, Bawang, Minyak Goreng Naik
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Chery Siapkan Strategi saat Harga BBM Terancam Naik
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Trump Kecewa NATO soal Iran, Ejek Kapal Induk Inggris Seperti Mainan
• 8 jam laludisway.id
thumb
Setuju Efisiensi MBG, Purbaya Minta Kualitas Makanan Enggak Berkurang
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pertamina dukung UMKM berinovasi untuk perluas pasar
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.