Ada kisah para pemimpin yang digulingkan dan dikurung di menara hingga tersisa tulang belulang. Kisah ini datang dari kota Münster, Nordrhein-Westfalen, yang saat itu masih menjadi bagian negara Jerman Barat.
Dikutip laman perpustakaan Cambridge University Press, pada tahun 1533, kota ini mengalami pergeseran dari kekuasaan dari kekuasaan Kristen Katolik ke Kristen Protestan Lutheran di bawah kepemimpinan pendeta Bernhard Rothman. Pangeran-uskup Franz von Waldeck membiarkan kaum Kristen Protestan ini tumbuh demi menjaga toleransi.
Namun, setelah itu munculah gerakan reformasi radikal yang menekankan pembaptisan untuk orang dewasa (bukan bayi) yang dikenal dengan Anabaptis. Gerakan ini dipimpin oleh Jan Matthys.
Gejolak mulai timbul saat Münster menjadi tempat berlindung bagi kelompok Anabaptis. Apalagi saat kota itu memilih dewan kota Anabaptis. Kelompok ini menjadi begitu dominan di kota itu. Franz von Waldeck diusir dari kota. Kekuasaan beralih.
Pada Desember 1534, Rothmann menerbitkan Van der Wrake ('Pesan Penghiburan Pembalasan') yang menyerukan orang-orang saleh untuk melaksanakan penghakiman atas orang-orang berdosa di bumi untuk mengantarkan periode milenium.
(rdp/imk)




