Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta Utara, Jumat, 27 Maret 2026. Lokasi tersebut direncanakan akan digunakan sebagai tambahan Sekolah Rakyat rintisan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Mensos menyampaikan bahwa pemerintah berencana menambah jumlah Sekolah Rakyat rintisan sesuai arahan Presiden, khususnya di wilayah sekitar Jakarta. Sebelumnya, program Sekolah Rakyat telah mulai berjalan di beberapa lokasi seperti Pondok Indah, Bambu Apus, Pasar Rebo, serta wilayah Bekasi dan Bogor.
“Lokasi ini direncanakan menjadi sekolah rintisan tambahan karena pemerintah ingin menambah Sekolah Rakyat di sekitar Jakarta,”kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Maret 2026.
Peninjauan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, serta pihak STIP.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul meninjau berbagai fasilitas yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga ruang makan. Secara keseluruhan, STIP memiliki luas lahan sekitar 38 hektare dengan 56 bangunan yang sudah ada. Dari jumlah tersebut, direncanakan empat bangunan dan dua fasilitas olahraga akan dimanfaatkan untuk Sekolah Rakyat rintisan.
Sekolah Rakyat rintisan di lokasi ini ditargetkan dapat menampung hingga 150 siswa. Nantinya, kegiatan pendidikan akan didukung oleh tenaga pengajar dan pendamping, termasuk wali asuh dan wali asrama.
Ketua STIP, Tri Cahyadi, menjelaskan bahwa kapasitas setiap kelas diperkirakan sekitar 24 hingga 27 siswa dengan total enam ruang kelas yang akan digunakan. Selain itu, disiapkan dua asrama, yaitu asrama putra dan asrama putri, untuk mendukung kegiatan belajar para siswa.
Gus Ipul menilai sarana dan prasarana yang tersedia di STIP sudah cukup memadai untuk digunakan sebagai Sekolah Rakyat rintisan.
“Saya lihat sarana dan prasarananya sudah cukup baik dan siap digunakan,”ucapnya.
Pemerintah berharap penambahan Sekolah Rakyat rintisan ini dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat memperoleh pendidikan yang layak.
Editor: Redaksi TVRINews





