REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Jumat (27/3/2026) malam melancarkan serangan kejutan ke pasukan AS dan Israel di Pulau Bubiyan Kuwait. Serangan itu bagian dari gelombang ke-84 Operasi 'True Promise 4'.
Dalam sebuah pernyataannya dikutip Saba News, IRGC mengatakan, "Sebagai bagian dari kelanjutan ke -84 Operasi True Promise 4, dan persembahan untuk para martir di Angkatan Laut, khususnya pahlawan Nader Mahdavi dan pasukannya yang memukul mundur AS pada 1980an, Angkatan Laut IRGC melancarkan operasi kejutan menargetkan pasukan AS dan Israel di Pulau Bubiyan."
Baca Juga
Buru Pasukan AS, IRGC Beri Peringatan kepada Warga Sipil Timur Tengah
IRGC Sampaikan Pesan Bahwa Palestina Tidak Sendirian
IRGC Siap Sambut Invasi Darat Pasukan AS
Menurut IRGC serangan itu menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone bunuh diri. IRGC mengeklaim, sejumlah besar marinir AS kocar-kacir, dan beberapa terbunuh dan terluka. Para marinir yang terluka kemudian dikirim ke RS Saleh Al-Sabah, RS Mohammed Al-Ahmad, dan RS Ali Al-Salem di Kuwait.
IRGC menegaskan akan terus melanjutkan serangan terhadap pasukan AS di kawasan manapun di Timur Tengah hingga pengusiran mereka dari tanah Muslim tuntas. IRGC sebelumnya juga telah meminta warga sipil di negara-negara Timur Tengah untuk menjauhi tempat-tempat di mana pasukan militer AS ditempatkan demi keselamatan mereka sendiri.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Jauhi area di mana pasukan Amerika berada, supaya tidak menjadi korban," demikian pernyataan IRGC yang disiarkan media nasional Iran, Jumat (27/3/2026).
Korps militer Iran tersebut kemudian mengungkapkan rencananya untuk menemukan dan menghabisi personel militer Amerika yang memanfaatkan masyarakat sipil sebagai tameng. Mereka juga berkata bahwa pasukan Amerika "membunuh rakyat sipil Iran secara keji".
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)