FAJAR, JAKARTA – Persaingan pembalap Asia di Moto3 Amerika 2026 langsung menghadirkan cerita kontras sejak hari pertama. Veda Ega Pratama tampil solid dan sukses mengamankan tiket ke Q2, sementara rivalnya dari Malaysia, Hakim Danish, harus berjuang lebih keras setelah terlempar ke Q1.
Pada rangkaian sesi Jumat (27/3/2026) di Circuit of the Americas, Austin, Texas, performa kedua pembalap muda ini menunjukkan perbedaan mencolok. Veda yang membela Honda Team Asia mampu tampil cukup konsisten meski belum menembus 10 besar, sedangkan Danish justru menghadapi hari yang berat bersama tim MT Helmets-MSI.
Hakim Danish mengawali sesi dengan kurang mulus. Pembalap berusia 18 tahun itu harus berjibaku dengan karakter teknis lintasan COTA yang dikenal sulit. Situasi semakin rumit setelah ia mengalami crash di sesi latihan bebas pertama, yang membuatnya gagal mempertajam catatan waktu.
Ia menutup sesi FP1 di posisi ke-20 dengan waktu terbaik 2 menit 16,651 detik. Performa tersebut belum banyak berubah pada sesi practice, di mana Danish hanya mampu memperbaiki waktunya menjadi 2 menit 15,013 detik dan finis di posisi ke-21.
Hasil itu membuat Danish dipastikan harus memulai perjuangan dari Q1 untuk memperebutkan posisi start yang lebih baik.
Berbanding terbalik, Veda Ega Pratama menunjukkan progres yang menjanjikan. Dengan catatan waktu terbaik 2 menit 14,484 detik, pembalap Indonesia tersebut berhasil mengamankan satu tempat di Q2. Sebuah hasil penting untuk menjaga peluang старт dari posisi strategis saat balapan.
Meski masih beradaptasi dengan karakter sirkuit, Veda mampu menjaga konsistensi sepanjang sesi dan menghindari kesalahan fatal yang bisa merugikan.
Tantangan berat yang dihadapi Danish sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Mentornya, Zulfahmi Khairuddin, mengakui bahwa COTA merupakan salah satu sirkuit paling sulit dalam kalender Moto3 musim ini.
Menurut Zulfahmi, kompleksitas tikungan di sektor awal menjadi ujian terbesar bagi pembalap muda, terutama yang baru pertama kali menjajal lintasan tersebut.
“Ini tantangan besar karena ini pertama kalinya dia balapan di sini. Sirkuit ini sangat teknis, terutama di sektor 1 dan 2 yang membutuhkan kontrol halus dan momentum tinggi,” ujarnya.
Ia bahkan telah memprediksi potensi kesulitan di titik-titik krusial—yang terbukti saat Danish mengalami crash di tikungan kedua pada sesi pagi.
Meski demikian, Zulfahmi tetap berharap Danish mampu bangkit dan cepat beradaptasi, apalagi sebelumnya ia tampil cukup baik di GP Brasil.
Dengan hasil hari pertama ini, Veda Ega Pratama berada di posisi lebih menguntungkan untuk menghadapi kualifikasi, sementara Hakim Danish dituntut bekerja ekstra keras demi menjaga peluangnya di Moto3 Amerika 2026. (*)





