Jakarta: Seorang dokter berinisial AMW (26) meninggal dunia akibat campak pada Kamis, 26 Maret 2026. Almarhum meninggal saat sedang bertugas sebagai dokter internship di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Cianjur, Jawa Barat setelah mengalami demam, ruam merah, dan sesak napas berat.
Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, menjelaskan, penyakit campak harus jadi perhatian semua kelompok usia. Terlebih bagi tenaga kesehatan yang bersinggan langsung dengan penyakit tersebut.
Dia menyarankan, vaksinasi campak dua dosis memiliki efektivitas tinggi. Dosis pertama bisa meningkatkan kekebalan 93% dan dosis kedua 97%.
Baca Juga :
Lestari Moerdijat: Penanganan Kasus Campak Harus SeriusDia menyebut, efektivitas vaksin campak tidak akan menurun signifikan jika diberikan saat dewasa. Sistem kerja vaksin memicu respons imun adaptif.
Vaksinasi bagi usia dewasa menjadi penting sebab pada kelompok usia tersebut rawan terjadi Immunity Gap. Dengan demikian, vaksinasi campak untuk dewasa penting menutup celah kekebalan populasi atau herd immunity gap.
"Meskipun benar bahwa secara umum imunitas dewasa lebih matang, tapi ada beberapa faktor kunci yang menjadi kerentanan ya," katanya.
Penanganan Kasus
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman, mengatakan tim kesehatan akan melakukan penelusuran kontak erat dan mencari sumber penularan atas kematian dokter di Cianjur. Tim juga akan menilai risiko serta memberikan vitamin A untuk mencegah penyebaran lebih luas di wilayah setempat.
Ilustrasi Campak. Freepik
"Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya," terangnya.
Aji mengingatkan, penyakit campak bukan hanya dapat menyerang anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal.
"Segera lengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak," ucapnya.




