Bisnis.com, JAKARTA – Pabrikan otomotif asal China, Chery Indonesia tengah menyiapkan strategi saat harga bahan bakar minyak (BBM) terancam naik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pasalnya, di tengah fluktuasi harga energi global dan kenaikan harga bahan bakar yang terus berlanjut, biaya operasional kendaraan kini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi konsumen di Indonesia.
"Pengeluaran biaya bahan bakar, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh, semakin memberikan tekanan terhadap anggaran rumah tangga," ujar Manajemen Chery dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (28/3/2026).
Dalam situasi tersebut, efisiensi biaya dinilai menjadi faktor penting dalam perencanaan finansial pengguna kendaraan. Alhasil, strategi perseroan yaitu dengan menghadirkan teknologi Chery Super Hybrid (CSH) sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Teknologi Chery Super Hybrid (CSH) diklaim mampu menekan biaya mobilitas harian melalui kombinasi penggunaan listrik dan bahan bakar. Pada salah satu modelnya, Tiggo 8 CSH, efisiensi tersebut dihitung berdasarkan asumsi harga bahan bakar Rp12.300 per liter dengan penggunaan harian sekitar 40 kilometer atau 1.200 kilometer per bulan.
Dengan jarak tempuh tersebut, kebutuhan energi gabungan tercatat sekitar 184 kWh listrik dan 15,8 liter bahan bakar dalam sebulan. Berdasarkan simulasi tersebut, biaya mobilitas bulanan diperkirakan sekitar Rp506.000 untuk jarak 1.200 kilometer. Nilai tersebut diklaim 50% lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional di kelas yang sama.
Baca Juga
- Penjualan Chery secara Global Melonjak 41,5% pada Februari 2026
- Debut di Ajang IIMS 2026, iCAR Grup Chery Kemas 300 SPK
- Chery C5 CSH Resmi Mengaspal, Cek Selisih Harga OTR Jakarta dan Daerah!
Efisiensi tersebut didukung oleh penggunaan mesin hybrid 1.5TGDI serta sistem transmisi dedicated hybrid transmission (DHT). Kombinasi teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi melalui pengaturan kerja mesin bensin dan motor listrik secara bergantian sesuai kebutuhan berkendara.
Selain Tiggo 8 CSH, teknologi serupa juga diterapkan pada model Tiggo 9 CSH. Sistem hybrid tersebut dapat beroperasi pada mode listrik murni maupun mode hybrid dan berpindah secara otomatis menyesuaikan kondisi jalan, sehingga penggunaan energi diklaim tetap efisien dalam berbagai situasi.
Pengembangan teknologi CSH disebut telah melalui pengujian di lebih dari 20 negara dengan jarak total lebih dari 20.000 kilometer. Pengujian dilakukan pada berbagai kondisi, mulai dari area perkotaan hingga jalur pegunungan dan lalu lintas padat, guna mengevaluasi konsistensi efisiensi dan performa kendaraan.
Di luar aspek teknologi, efisiensi penggunaan energi juga dipengaruhi oleh kondisi kendaraan dan gaya berkendara. Menjaga tekanan ban, melakukan perawatan berkala, serta menghindari beban berlebih dinilai dapat membantu mempertahankan konsumsi energi tetap optimal.
"Ke depannya, Chery akan terus menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien, nyaman, dan relevan, sehingga setiap perjalanan dapat dilakukan dengan lebih terencana, terjangkau, dan memberikan ketenangan bagi pengguna," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), berisiko memicu kenaikan harga BBM, terutama akibat penutupan Selat Hormuz yang mengancam pasokan energi global. Kondisi tersebut sempat mendorong harga minyak dunia melampaui US$100 per barel.





