Emak-Emak Dukung PP TUNAS: Lebih Tenang, Anak Bisa Terkontrol

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) sudah resmi berlaku secara bertahap pada Sabtu (28/3) hari ini.

Berlakunya PP TUNAS seiring dengan berlakunya Peraturan Menteri Komdigi No. 9 Tahun 2026 turunan PP TUNAS yang melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial.

Lantas, bagaimana emak-emak yang punya anak di bawah usia 16 tahun menanggapi aturan ini?

Devi (30) punya anak usia 5 dan 6 tahun. Ia mendukung ditelurkannya pembatasan anak bermain media sosial ini meski baru mendengarnya.

“Bagus sih, jadi mengurangi hal-hal yang negatif ya, kayak gitu. Jadi anak bisa terkontrol juga,” ucap Devi saat ditemui di Tebet Eco Park, Jaksel, pada Sabtu (27/3).

Devi bercerita, anak-anaknya belum memiliki handphone-nya sendiri. Namun, anak-anaknya itu sudah suka membuka YouTube dari hp ibunya.

Maka, dengan PP TUNAS, Devi menilai tontonan anak di media sosial menjadi lebih terjaga. Dengan adanya aturan ini juga, anaknya akan lebih mudah dinasihati agar tak menonton video yang tak pantas.

“Kalau anak terlalu sering pake medsos gitu kan banyak efek negatifnya juga ya,” tuturnya.

“Kita ngebilanginnya juga dia bisa lebih ngerti gitu,” tambahnya.

Senada, Siti (44) yang memiliki anak berusia 6 tahun menyambut baik PP TUNAS ini. Menurutnya, PP TUNAS bisa mencegah anak menonton video "sembarangan".

“Buat saya sih bagus sih. Jadi bisa sesuai dengan usianya, jadi gak sembarangan media sosial gitu,” ucap Siti ditemui di kesempatan yang sama.

“Gak sembarangan dia bisa nerima berita atau apa gitu. Gak yang aneh-aneh video gitu,” tambahnya.

Sama dengan Devi, anak Siti masih memakai handphone orang tuanya untuk menonton kartun. Ia bercerita, anaknya selama ini memakai YouTube Kids di handphone emaknya.

PP TUNAS, menurut Siti, membuatnya menjadi lebih tenang ke depannya.

“Tenang sih kalo gitu mah, jadi ada pembatasannya, gak sembarangan bisa dilihat anak-anak gitu. Ya sesuai umurnya lah,” ucap Siti.

“Sesuai usia dia aja gitu, misalnya film kartun, bukan film dewasa gitu,” tambahnya.

Tak cuma emak-emak, PP TUNAS juga mendapatkan dukungan dari bapak-bapak. Rudi (55) menilai PP TUNAS membantu orang tua untuk melakukan pengawasan.

“Ya (selama ini) khawatir kan namanya lepas dari orang tua, emaknya lagi masak bapaknya kerja, ngoprek-ngoprek hp nonton yang gak karuan kan jadi masuk pengetahuan yang gak baik gitu,” ucap Rudi juga ditemui di Tebet Eco Park.

Ia berpendapat, PP TUNAS bisa membuat anak hanya melihat konten yang sesuai dengan umurnya.

“Iya (hanya melihat yang baik-baik), sepengetahuan dari orang tuanya,” ujar Rudi.

“(Saya) mendukung (PP TUNAS),” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TikTok Nonaktifkan Akun Pengguna Usia 16 Tahun
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gairah Putra Newcastle, Alasan John Herdman Tak Bisa Diam Saat Timnas Indonesia Gilas St Kitts and Nevis
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Penguatan SDM Jadi Fondasi Masa Depan Industri Sawit Nasional yang Berkelanjutan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Haka Auto Kebuti Pabrik BYD di Indonesia, Teknologi Fast Charging 5 Menit Segera Hadir
• 5 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.