Harga Pangan Nasional Pasca Lebaran Masih Fluktuatif

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Jakarta

Pasca-Lebaran, Komoditas Strategis Seperti Daging dan Cabai Rawit Tetap Bertahan di Level Tinggi

Tren inflasi pangan di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda mereda secara signifikan usai perayaan Hari Raya Idulfitri. 

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Sabtu 28 Maret 2026, mayoritas komoditas pangan utama terpantau masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan bertahan di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Kondisi ini menempatkan tekanan ekonomi berkelanjutan bagi rumah tangga, mengingat beberapa bahan pokok justru mengalami lonjakan tajam meskipun periode puncak konsumsi hari raya telah terlewati.

Anomali Harga Daging dan Lonjakan Cabai

Daging sapi, sebagai salah satu indikator utama stabilitas pangan, masih tertahan di level harga yang tinggi. 

Meskipun mencatatkan penurunan tipis sebesar 1% dalam sepekan terakhir, harga daging sapi kualitas 1 kini berada di angka Rp149.200 per kilogram. Angka ini masih berselisih cukup jauh di atas pagu HAP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp140.000 per kilogram.

Fenomena serupa terjadi pada daging sapi kualitas 2 yang diperdagangkan seharga Rp140.900 per kilogram, tetap melampaui ambang batas resmi meskipun terdapat koreksi mingguan sebesar 0,91%.

Anomali paling tajam terlihat pada komoditas cabai rawit merah. Harga di pasar nasional melambung hingga Rp84.550 per kilogram setelah mengalami kenaikan drastis sebesar 7,09%. 

Lonjakan ini memicu kekhawatiran karena nilainya jauh melampaui batas atas HAP yang dipatok pada kisaran Rp40.000 hingga Rp57.000.

Tekanan pada Bahan Pokok Lainnya

Sektor protein unggas dan kebutuhan dapur lainnya juga menunjukkan tren serupa:

  • Daging Ayam & Telur: Harga ayam ras meningkat menjadi Rp43.550 per kilogram (naik 1,16%), disusul telur ayam yang naik ke posisi Rp33.050 per kilogram.
  • Minyak Goreng & Gula: Minyak goreng curah dan kemasan kompak mengalami kenaikan antara 0,6% hingga 1,8%, dengan harga tertinggi pada kemasan bermerek I mencapai Rp22.850 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal kini dibanderol Rp18.700 per kilogram.
  • Beras : Harga beras kualitas medium cenderung stabil di angka Rp15.950 per kilogram, namun varian kualitas super tetap merangkak naik ke level Rp16.750 per kilogram.

Di tengah tren kenaikan, terdapat titik terang pada komoditas cabai merah besar dan cabai merah keriting yang justru mengalami deflasi cukup signifikan, masing-masing turun lebih dari 7% dan 9%. 

Hal ini memberikan sedikit ruang napas bagi konsumen di tengah mahalnya harga bawang putih dan bawang merah yang masih merangkak naik di kisaran 0,7% hingga 0,9%.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jatim antisipasi kekeringan di tengah bencana hidrometeorologi
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Aktor AS: Instagram & YouTube Sengaja Didesain Kayak Kasino, Bikin Candu
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bulog nyatakan kabar dirutnya jadi Kabais TNI tidak benar
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Terpopuler: Kon Knueppel Cetak Rekor Bersejarah NBA, Langkah Awal Dewa United Banten di Asia
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Kawal Arus Balik Lebaran, Menkomdigi Cek Koneksi Internet di Bandara Ngurah Rai
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.