Program ini dirancang untuk membekali para teknisi dan pelaku industri bengkel dengan keahlian mutakhir dalam mengubah mesin konvensional menjadi tenaga baterai yang efisien.
Melansir informasi terbaru dari unggahan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM, pelatihan ini menjadi jembatan penting bagi transisi energi nasional. Kuota pelatihan ini hanya 20 peserta, berikut informasi lengkapnya. Jadwal Pelaksanaan dan Pendaftaran
Mengingat materi yang diberikan sangat teknis dan mendalam, panitia menetapkan jadwal intensif sebagai berikut:
Waktu Pelatihan: 27 – 30 April 2026 (4 Hari Full)
Lokasi: Jakarta (Informasi detail lokasi akan dikirimkan kepada peserta terpilih)
Batas Akhir Pendaftaran (Deadline): 14 April 2026
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadikan bengkel kamu sebagai pionir konversi kendaraan listrik di lingkungan Anda. Segera daftarkan diri atau mekanik andalan Anda melalui tautan resmi berikut:
bit.ly/pendaftaran_dikmasmotlis
Baca Juga :
Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, Perusahaan Ini Libatkan Disabilitas Bangun Ekosistem Kendaraan ListrikTerbuka bagi mereka yang berasal dari bengkel sepeda motor UMKM, baik itu teknisi, tenaga teknik, montir, maupun pemilik (owner) bengkel.
Karena pelatihan melibatkan kerja bengkel, peserta diharapkan sudah memiliki keterampilan dasar perbengkelan sepeda motor.
Pelatihan berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Peserta wajib bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Kurikulum terdiri dari perpaduan kelas teori dan praktikum konversi langsung di bengkel.
Mengingat kuota yang terbatas, panitia akan melakukan seleksi ketat terhadap seluruh pendaftar. Hanya kandidat yang memenuhi syarat yang akan dihubungi oleh panitia untuk melengkapi berkas persyaratan lanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, panitia akan menanggung seluruh konsumsi dan materi pelatihan bagi peserta yang lolos seleksi. Hal ini diharapkan dapat memudahkan para mekanik UMKM untuk fokus menyerap ilmu tanpa terbebani biaya operasional selama di Jakarta.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)





