SEOUL, KOMPAS.TV - Eks Duta Besar (Dubes) Korea Utara untuk Kuwait Ryu Hyun-woo memperkirakan reaksi Kim Jong-un atas perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.
Menurut Ryu, Kim Jong-un merasa takut setelah AS-Israel melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Namun, dia menilai pemimpin Korea Utara itu kemudian merasa lega dan optimistis apa yang terjadi di Iran tak akan terjadi pada negaranya.
Agresi AS ke Iran tersebut diyakini membuat Korea Utara bisa menjadi sasaran berikutnya.
Tetapi, kekuatan nuklir Korea Utara dipercaya bakal membuat AS berpikir dua kali untuk melakukan serangan ke negara Kim Jong-un tersebut.
Baca Juga: Diduga Berencana Serang Aktivis Pro-Palestina dengan Bom Molotov, Pria AS Ditangkap Polisi
Ryu pun mempekirakan Kim Jong-un khawatir tetapi kemudian merasa lega atas serangan AS-Israel ke Iran.
“Ketika Kim Jong Un mendengar bahwa Khamenei telah terbunuh, dia pasti akan merasa takut,” ujarnya di suatu tempat di Seoul, Korea Selatan, seperti dilansir Daily NK, Jumat (27/3/2026).
Menurut Ryu, Kim Jong-un tahu aset AS bisa melacak setiap gerakannya, dan Presiden AS Donald Trump bisa memerintahkan serangan jika ia mau.
Tetapi, Ryu berpendapat Kim Jong-un juga tahu mengapa hal itu tak akan terjadi kepadanya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Daily NK
- korea utara
- iran
- kim jong-un
- dubes korea utara
- ryu hyun-woo
- Donald Trump





