Mantan PM Nepal Ditangkap atas Dugaan Kelalaian saat Protes Gen-Z

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

KP Sharma Oli mantan Perdana Menteri Nepal dilarikan ke rumah sakit tak lama setelah penangkapannya terkait dugaan keterlibatan dalam penindakan keras terhadap demonstrasi pada September 2025 yang mengakibatkan lebih dari 70 orang meninggal dunia.

Oli (74 tahun) dirawat di sebuah klinik di Kathmandu sebagai bagian dari prosedur rutin kepolisian, menyusul penahanan di kediamannya pada Sabtu (28/3/2026) pagi.

Dilansir dari BBC, pihak rumah sakit menyatakan bahwa perawatan dilakukan sambil menunggu hasil tes medis, dengan mempertimbangkan usia dan riwayat kesehatannya, termasuk dua transplantasi ginjal yang pernah dijalani Oli.

Ramesh Lekhak (62 tahun) mantan Menteri Dalam Negeri Nepal juga ditangkap. Penahanan ini mengikuti rekomendasi panel penyelidikan yang dibentuk untuk meneliti kerusuhan tersebut, yang menyarankan agar keduanya diadili atas dugaan kelalaian kriminal.

Om Adhikari juru bicara kepolisian Lembah Kathmandu menegaskan, “Mereka ditangkap pagi ini dan prosesnya akan berjalan sesuai hukum.” Hingga kini, keduanya belum secara resmi didakwa.

Sebelumnya, Oli menolak temuan komisi penyelidikan, menyebutnya sebagai upaya “pembunuhan karakter dan politik kebencian” kepada media lokal, Annapurna Post.

Pengacaranya menambahkan kepada Reuters bahwa penahanan tersebut tidak sah dan tidak proporsional mengingat tidak ada risiko pelarian atau penghindaran interogasi.

Penangkapan ini terjadi sehari setelah Balen Shah, rapper berusia 35 tahun yang beralih menjadi politisi, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Nepal pasca-pemilihan yang dipicu krisis tersebut.

Protes Gen-Z yang terjadi pada 8 September 2025 memicu kekerasan yang lebih luas. Kaum muda turun ke jalan menentang penutupan situs media sosial oleh pemerintah, memprotes korupsi, nepotisme, serta stagnasi ekonomi.

Tindakan keras aparat menewaskan 19 orang pada hari itu, termasuk seorang remaja berseragam sekolah, dan memicu kerusuhan nasional. Gedung parlemen, kantor polisi, serta toko-toko dirusak.

Keluarga korban, yang berjumlah 76 orang, telah berbulan-bulan menuntut pertanggungjawaban pejabat terkait.

Oli sendiri mengundurkan diri pada 9 September 2025, namun kembali mencalonkan diri dalam pemilihan 5 Maret 2026.

Partai Rastriya Swatantra (RSP) pimpinan Shah, memenangkan pemilihan dengan mayoritas, pertama kalinya dalam beberapa dekade sebuah partai tunggal meraih kemenangan mutlak di Nepal. (saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesalahan Fatal Orang Tua yang Bikin Anak Tumbuh Egois
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Menag Instruksikan Madrasah Kawal Implementasi Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
Aturan main pemanfaatan AI dalam pendidikan
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
BKD Sulsel Tegaskan Belum Ada Keputusan PPPK Dirumahkan, tapi Evaluasi Kinerja Dipastikan Berjalan
• 2 jam laluharianfajar
thumb
BEI Catat 12 Perusahaan Masih Antre untuk Melantai di Bursa
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.