Terkini, Makassar – PT Vale Indonesia Tbk terus memastikan proyek strategisnya berjalan sesuai rencana. Komitmen ini ditunjukkan melalui kunjungan langsung CEO Bernardus Irmanto ke lokasi pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, belum lama ini.
Smelter yang diperkirakan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026 tersebut, akan menyuplai produk antara berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan terhadap capaian proyek, baik dari sisi waktu, biaya, maupun kualitas. Dalam peninjauan itu, manajemen PT Vale bersama mitra strategisnya, GEM Co., Ltd., melihat langsung progres sejumlah area kritikal.
Perkembangan positif terlihat pada berbagai fasilitas pendukung hingga area utama proyek. Sejumlah infrastruktur penting yang menjadi perhatian antara lain pembangunan acid plant serta sistem pengelolaan tailing yang akan berperan krusial dalam operasional HPAL ke depan.
Bernardus juga mengunjungi dormitory serta fasilitas pendukung untuk SDM IGP Morowali.
Bernardus Irmanto menegaskan bahwa kesiapan proyek yang semakin matang harus diiringi dengan pengelolaan risiko yang optimal agar seluruh tahapan pembangunan tetap berada di jalur yang telah ditetapkan.
“Saya berkeyakinan, kita bisa men-deliver project HPAL di Sambalagi dengan baik, tepat waktu, biaya, dan juga tepat secara kualitas,” ujarnya.
Proyek HPAL Sambalagi merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menjalankan izin usaha pertambangan khusus (IUPK), sekaligus mendukung program hilirisasi nikel di Indonesia.
Dengan progres yang kini telah mencapai 99 persen, proyek senilai USD2 miliar ini hampir rampung. Bahkan, proyek yang mencakup pembangunan smelter dan aktivitas pertambangan tersebut telah mencatatkan penjualan awal sebesar 2,2 juta ton ore pada awal 2026.
Ke depan, proyek ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global bahan baku baterai kendaraan listrik, seiring meningkatnya permintaan kendaraan ramah lingkungan di pasar dunia.




