Arus Balik Tinggi, Penjualan Tiket Lebaran KAI Tembus 4,7 Juta

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat penjualan tiket kereta api pada periode Lebaran 2026 melampaui 4,7 juta tiket. Peningkatan tersebut terjadi seiring masih tingginya mobilitas masyarakat pada masa arus balik Lebaran.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan arus balik Angkutan Lebaran 2026 masih berlangsung dengan intensitas yang tinggi. Pergerakan pelanggan tercatat terjadi di berbagai relasi dengan pola perjalanan yang semakin merata sepanjang hari.

"Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat dan saat ini masih berada dalam fase arus balik. Kereta api dipilih karena memberikan kepastian jadwal serta kenyamanan selama perjalanan," ujar Anne dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).

Hingga 28 Maret 2026, penjualan tiket kereta api antarkota dan lokal mencapai 4,71 juta tiket dari total kapasitas 4,49 juta tempat duduk atau setara 104,7%. Angka tersebut menunjukkan tingkat okupansi melampaui kapasitas yang tersedia.

Secara terperinci, kereta api jarak jauh mencatat 3,97 juta pelanggan atau 111,4% dari kapasitas 3,57 juta tempat duduk. Sementara itu, KA lokal mencatat 733.217 pelanggan atau 79,1% dari kapasitas 926.936 tempat duduk.

Sepanjang periode 11–27 Maret 2026, KAI telah melayani 3,94 juta pelanggan yang terdiri dari 3,29 juta pelanggan KA jarak jauh dan 644.601 pelanggan KA lokal. Peningkatan jumlah penumpang terjadi secara bertahap sejak awal masa angkutan Lebaran dan mencapai puncak saat arus balik.

Baca Juga

  • H+6 Lebaran, 47.958 Penumpang Tercatat Masih Padati Stasiun KAI Daop 8
  • KAI Daop 3 Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran Gelombang Kedua Hari ini
  • Okupansi KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 15% Sepanjang Lebaran

Memasuki 28 Maret 2026, pergerakan penumpang masih berlanjut. Hingga pagi hari, sebanyak 196.615 pelanggan KA jarak jauh dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara 120,3% dan masih berpotensi bertambah.

Anne menjelaskan tingkat okupansi di atas 100% merupakan karakteristik operasional perjalanan kereta api jarak jauh. Hal tersebut terjadi karena satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dalam relasi perjalanan yang berbeda.

“Dalam satu perjalanan, pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sehingga satu kursi dapat digunakan lebih dari satu pelanggan pada relasi berbeda,” jelas Anne.

Beberapa kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Lebaran antara lain KA Joglosemarkerto, KA Airlangga, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa dan KA Jayakarta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik Idul Fitri Masih Berlangsung, ”One Way” dan ”Contraflow” Tetap Diterapkan 
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Jadi Tersangka Korupsi Tambang, Konglomerat Samin Tan Dijebloskan ke Rutan Salemba
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Jelang Pemberlakuan PP TUNAS, Menkomdigi Sebut X dan Bigo Live Kooperatif
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Serangan Udara Israel Hancurkan Bangunan Sipil di Teheran dan Urmia | BERUT
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Kecewa Tak Dibantu Lawan Iran, Trump Ancam Pangkas Anggaran Perlindungan NATO
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.