jpnn.com - Posisi kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI masih kosong setelah Letjen TNI Yudi Abrimantyo mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada Rabu, 25 Maret 2026.
Kabais adalah jabatan penting karena merupakan perwira tinggi di TNI yang bertugas memberikan data dan analisa intelijen, sehingga jabatan tersebut mesti segera diisi oleh orang yang berkompeten.
BACA JUGA: Anggota BAIS Siram Aktivis KontraS, DPR Pertimbangkan Panggil Perwakilan Pemerintah
Di Mabes TNI, ada dua pihak yang bertugas di ruang lingkup intelijen, yakni Kabais dan Asisten Intelijen Panglima TNI. Saat ini, setidaknya ada lima nama perwira tinggi TNI yang berpeluang menjadi pengganti Letjen Yudi.
Berikut nama-nama Pati TNI potensial menduduki jabatan Kabais:1. Mayor Jenderal TNI Bosco Haryo Yunanto
BACA JUGA: KAI Peringatkan Warga yang Memblokir Jalur Kereta Api di Lampung
Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bosco Haryo Yunanto saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Wakabais) TNI. Per Maret 2026, ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjabat sebagai Kepala Bais (Kabais) TNI menggantikan Letjen TNI Yudi Abrimantyo.
Sepanjang karirnya, ia telah menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan TNI, terutama di bidang intelijen dan teritorial. Dia pernah menjabat sebagai Komandan Satuan Intelijen (Dansatintel) Bais TNI menjabat saat berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) pada Oktober 2023 dan Wakil Kepala Bais TNI: Jabatan yang diemban saat ini dengan pangkat Mayor Jenderal.
BACA JUGA: Jalur Lembah Anai Buka Tutup, Ini Jadwalnya
2. Marsda TNI Benedictus Benny Koessetianto
Marsda TNI Benedictus Benny Koessetianto saat ini menjabat Sekretaris Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Laiklambangjaau (Kapuslaiklambangjaau) yang bertanggung jawab atas pembinaan kelaikan dan keselamatan kerja di lingkungan TNI AU.
Marsda TNI Benedictus Benny Koessetianto memiliki latar belakang pendidikan yang luas dengan gelar akademik di bidang Hukum (S.H.), Manajemen Penerbangan (MavMgt.), dan Hubungan Internasional (MAIR.). Sebelum menjabat sebagai Kapuslaiklambangjaau, beliau pernah menduduki posisi penting lainnya, termasuk sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Waka Bais) TNI.
3. Mayor Jenderal TNI Rio Firdianto
Mayjen Rio Firdianto seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang saat ini mengemban amanat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan sejak 18 Oktober 2024. Berbagai jabatan mentereng juga pernah dia emban seperti Komandan Paspampres Grup D serta Dansat Intel Bais TNI.
4. Letnan Jenderal TNI Sonny Aprianto
Letnan Jenderal TNI Sonny Aprianto, perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus KASAD dan pernah menjadi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak November 2023. Dia juga pernah menjabat Asisten Intelijen Panglima TNI tahun 2023.
Letjen Sonny juga pernah menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana (2022–2023). Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN (2021–2022), Komandan Pusat Intelijen TNI AD (Danpusintelad) (2018–2021), Danrem 031/Wirabima (2018), Asintel Pangdam Jaya (2013), Danbrigif 1 PIK/Jaya Sakti (2011–2013).
5. Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha
Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki pengalaman di bidang intelijen lantaran pernah mengemban tugas sebagai Asisten intelijen Panglima TNI 2024 – 2025.
Saat ini Mayjen Rudy menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mayjen Rudy juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman (Januari 2025 – Desember 2025).
Selama menjabat sebagai Pangdam, beliau aktif dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, serta mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan pengunduran diri Letjen TNI Yudi Abrimantyo merupakan bentuk tanggung jawab atas keterlibatan oknum anggota BAIS dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Aulia.
Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia) adalah organisasi yang khusus menangani intelijen kemiliteran dan berada langsung di bawah komando Panglima TNI.
Lembaga ini berfungsi sebagai "mata dan telinga" Panglima TNI dalam menyuplai analisis intelijen untuk mendukung pengambilan keputusan strategis serta operasi militer.
BAIS TNI memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan negara. Seperti, menyelenggarakan kegiatan intelijen jangka panjang untuk kepentingan pertahanan negara, termasuk analisis potensi ancaman dari dalam maupun luar negeri.
Memberikan data intelijen yang akurat untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan operasi militer, baik operasi perang maupun selain perang.
Melakukan pengamanan terhadap personel, materiil, dan instalasi militer agar terhindar dari infiltrasi atau sabotase pihak asing.
Selain itu, juga menjadi pusat koordinasi bagi badan intelijen di tingkat angkatan (AD, AL, AU) untuk memastikan keselarasan informasi di seluruh jajaran TNI.
Bais TNI juga dapat menjalin hubungan dengan atase pertahanan dan lembaga intelijen militer negara lain dalam rangka pertukaran informasi keamanan global.(fat/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




