Perang Terus, Militer Zionis Israel Mulai Keteteran

realita.co
9 jam lalu
Cover Berita

PADA Kamis 26/3/2026, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, menyampaikan peringatan keras dalam rapat Kabinet Keamanan.

Ia menegaskan bahwa militer negaranya berisiko runtuh jika krisis kekurangan personel yang sedang terjadi tidak segera diatasi.

"Saya sudah membunyikan banyak bendera merah. Tentara akan runtuh dengan sendirinya jika tidak ditemukan solusi," ujar Zamir, sebagaimana dilaporkan oleh media lokal.
 
Masalah ini muncul karena beban tugas terus bertambah secara signifikan. Saat ini, Israel sedang melakukan operasi militer di berbagai wilayah, mulai dari penguasaan sebagian besar Jalur Gaza, perluasan serangan di Lebanon Selatan, hingga menghadapi serangan balasan dari Iran melalui Operasi True Promise 4.

Baca juga: Bawa Mobil Berbendera Israel, Pria Ini Tabrak Mobil Lain dan Pejalan Kaki

Situasi ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang juga menyetujui pembangunan pemukiman baru di Tepi Barat, yang menuntut ketersediaan pasukan untuk keamanan.
 
Di sisi lain, jumlah pasukan justru mengalami penyusutan. Hal ini disebabkan oleh pembatalan perpanjangan masa dinas aktif bagi tentara reguler serta rencana peraturan baru yang akan memangkas masa dinas menjadi hanya 30 bulan mulai Januari mendatang.

Baca juga: Tolak Board of Peace, Muhammadiyah: Jangan Terjebak dalam "Perdamaian Semu" Board of Peace

Meskipun pemerintah berencana merekrut 400.000 tentara cadangan pada Mei mendatang sebagai solusi sementara, para pejabat seperti mantan Perdana Menteri Naftali Bennett menilai tambahan pasukan permanen—seperti tuntutan 20.000 personel baru—tetap sangat dibutuhkan.
 
Kenyataan di lapangan semakin menunjukkan batasan kemampuan militer Israel. Baru saja pada hari yang sama, dikonfirmasi tewasnya satu prajurit elit Brigade Golani dan dua lainnya terluka akibat penyergapan yang dilakukan kelompok perlawanan di Lebanon Selatan. Selain itu, intelijen Israel sendiri diakui terkejut dengan kemampuan Hizbvll4h yang ternyata mampu meluncurkan ratusan roket secara bersamaan, sebuah kapasitas yang sebelumnya tidak diperkirakan secara akurat.

Baca juga: Ayah dan Putranya Tewas  Ditembak saat Jalan Kaki di Israel

Situasi ini menegaskan bahwa tekanan di berbagai front berjalan beriringan dengan kesulitan internal dalam pemenuhan sumber daya manusia.Ch 12

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rudal Yaman Incar Israel, Pangkalan Saudi Diserang
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Arus Balik Picu Macet 4 Km di Pantura Indramayu
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Puncak Arus Balik, 37 Bandara Layani 578 Ribu Penumpang dalam Sehari
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Puncak Arus Balik Lebaran Gelombang Kedua Diprediksi Hari Ini
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Guru Ngaji Jadi Tersangka, Usai Banting Bocah di Mushala Probolinggo
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.