Menlu Turki: Israel Hambatan Terbesar Perdamaian Timur Tengah

mediaindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita

MENTERI Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyebut Israel sebagai hambatan terbesar bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah karena dinilai terus memanfaatkan pengaruh strukturalnya dalam politik Amerika Serikat (AS) sembari menjalankan agenda strategis yang lebih luas.

Berbicara dalam siaran langsung di stasiun televisi Turki, Fidan mengatakan perang yang berlangsung “di depan mata dunia” membawa konsekuensi serius, tidak hanya bagi stabilitas regional tetapi juga politik global. Ia menegaskan sejak awal prioritas Turki adalah mencegah konflik meluas, mengendalikan eskalasi, serta menjaga agar negaranya tidak terseret ke dalam perang.

Fidan kembali menekankan bahwa posisi Israel tetap menjadi penghalang utama tercapainya perdamaian. Ankara, kata dia, terus mendorong gencatan senjata segera dan penyelesaian diplomatik.

Baca juga : Penasihat Trump Sebut AS tak Ingin Konflik Iran Berlarut Lebih dari Tiga Bulan

Menurut Fidan, Israel memanfaatkan pengaruhnya di politik domestik AS untuk mempertahankan kelanjutan konflik. Ia memperingatkan bahwa jika Israel melihat peluang untuk memperdalam atau memperluas perang berdasarkan kalkulasi strategisnya, maka langkah itu akan terus diambil.

“Pada titik ini, hambatan terbesar bagi perdamaian adalah posisi Israel,” ujarnya.

Fidan juga menyoroti meningkatnya tekanan domestik yang dihadapi pemerintah AS menjelang pemilu mendatang. Ia menyebut tujuan militer awal Washington--mulai dari menargetkan kemampuan nuklir Iran hingga infrastruktur rudal dan industri pertahanannya--telah dinyatakan sebagian besar tercapai.

Baca juga : Takaichi Tegaskan Upaya Diplomatik Jepang Redam Ketegangan di Hormuz

Menurut dia, publik Amerika dan komunitas internasional kini mempertanyakan alasan kelanjutan perang yang berdampak serius terhadap ekonomi global.

“Jika tujuan-tujuan itu telah tercapai, mengapa perang yang membawa konsekuensi ekonomi global besar masih berlanjut?” kata Fidan.

Ia menambahkan, tekanan tersebut memicu upaya-upaya diplomatik, meski dilakukan secara hati-hati. Namun, tantangan utama tetap pada ketidakmampuan komunitas internasional memberikan tekanan efektif terhadap Israel, sebagaimana yang terjadi dalam konflik di Gaza.

Fidan menilai, apabila Washington ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, maka AS harus bersedia menggunakan pengaruhnya secara lebih tegas terhadap Israel.

“Jika Washington ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, maka harus siap menggunakan pengaruh serius terhadap Israel. Kita akan melihat siapa yang dapat memengaruhi siapa,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa selain kerusakan langsung, konflik berisiko meninggalkan instabilitas jangka panjang dan perpecahan antarmasyarakat yang bisa menghambat pemulihan kawasan selama beberapa dekade. (Daily Sabah/B-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Panas di Kotim Dipengaruhi Siklon Tropis Narelle
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jenazah Mantan Menhan Juwono Disemayamkan di Gedung Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
SBY Kenang Juwono Sudarsono, Sebut Sosok yang Satukan Militer dan Sipil di Era Reformasi
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Pengunjung Wisata Permandian Eremerasa Kehilangan Dua iPhone, Korban Lapor Polres Bantaeng
• 2 jam laluterkini.id
thumb
Debut di SUGBK, John Herdman Terpukau Atmosfer Militan Suporter Timnas Indonesia
• 23 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.