JAKARTA – Usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, pemulihan di Aceh tetap berjalan intensif. Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) terus mendorong berbagai pekerjaan fisik di lapangan, termasuk melalui program pembersihan lingkungan dengan skema Padat Karya Tunai atau Cash for Work.
Kegiatan ini bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak bencana di Aceh kembali pulih dengan standar yang lebih baik (build back better). Pada tahap awal yang berlangsung di akhir Maret ini, kegiatan difokuskan di dua wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Ratusan personel gabungan bersama masyarakat setempat turut dilibatkan dalam pelaksanaannya.
Sebanyak 375 orang terlibat dalam tahap pertama di Kabupaten Pidie Jaya. Mereka berasal dari unsur Satpol PP, Linmas, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta warga. Kegiatan pembersihan dipusatkan di Gampong Meunasah Lhok (Kecamatan Meureudu) dan Gampong Meunasah Raya (Kecamatan Meurah Dua) yang berlangsung dari 28 Maret hingga 4 April 2026.
Kepala Posko Wilayah Aceh yang juga Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, mengungkapkan pemulihan skema Cash for Work bertujuan agar masyarakat merasakan manfaat ganda dari proses pembangunan kembali.




