Jakarta, VIVA - Pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS) Vance bikin geger seluruh negeri. Ia mengatakan bahwa alien sebenarnya adalah setan. Oleh karena itu, dirinya berjanji akan meneliti seluruh arsip Pemerintah AS tentang alien dan juga UFO.
“Saya sudah beberapa kali berkata, 'baiklah, kita akan pergi ke Area 51, kita akan pergi ke New Mexico, kita akan coba mengungkap kebenaran di balik itu semua'. Saya akan mengungkap kebenarannya,” kata wapres, seperti dikutip dari situs Russia Today, Minggu, 29 Maret 2026.
Area 51 adalah fasilitas rahasia Angkatan Udara AS di Nevada selatan yang telah lama dikaitkan dengan spekulasi tentang kehidupan alien dan UFO. Dan, kalimat pamungkas pun keluar dari mulut Wapres JD Vance.
“Saya rasa mereka bukan alien tapi setan,” tegasnya, yang menggambarkan sosok alien sebagai pemahaman Kristen tentang makhluk surgawi yang terbang berkeliling dan melakukan hal-hal aneh kepada manusia.
Sebelumnya, pada Februari 2026, Presiden Donald Trump memberi arahan kepada seluruh lembaga-lembaga federal yang terkait untuk mulai mengidentifikasi dan merilis file-file soal alien dan UFO. Langkah itu diambilnya usai mantan Presiden AS Barack Obama secara terbuka mengatakan bahwa alien itu nyata dan benar adanya.
Ketertarikan AS pada alien dan UFO telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan penyelidikan yang dilakukan pemerintah terhadap berbagai laporan, termasuk melalui Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) Departemene Perang (Pentagon), dan pembentukan saluran bagi pilot dan masyarakat untuk melaporkan penampakannya.
Pada Maret 2024, Pentagon menyatakan bahwa mereka tidak memiliki bukti bahwa fenomena udara tak dikenal, atau UFO, sebenarnya adalah teknologi alien, dan menambahkan bahwa banyak kasus melibatkan balon cuaca, pesawat mata-mata, satelit, dan aktivitas rutin lainnya.





