Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, memperkirakan bahwa operasi militer yang tengah berlangsung terhadap Iran akan segera berakhir dalam hitungan pekan.
"Operasi ini akan berakhir pada waktu yang tepat, dalam hitungan pekan, bukan bulan," kata Rubio.
Ia menambahkan bahwa AS optimis dapat mencapai target utamanya, termasuk melumpuhkan kapasitas rudal dan drone (pesawat nirawak) Iran, tanpa harus menurunkan pasukan darat.
Dilaporkan oleh Axios bahwa Rubio telah memberi tahu para menteri G7 lainnya bahwa konflik dengan Iran diproyeksikan hanya akan berlanjut selama dua hingga empat pekan lagi.
Proyeksi penyelesaian konflik dalam hitungan pekan ini sejalan dengan upaya diplomasi tingkat tinggi yang sedang digenjot oleh Gedung Putih.
Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah memberikan perpanjangan waktu selama 10 hari hingga 6 April 2026 bagi Iran untuk menghentikan blokade di Selat Hormuz.
Sebagai imbalannya, Trump menunda ancaman serangan besar-besaran yang sebelumnya menargetkan infrastruktur energi dan pembangkit listrik Iran. Trump mengklaim di media sosialnya bahwa pembicaraan dengan pihak Iran "sedang berlangsung dan berjalan dengan sangat baik."
Untuk memuluskan jalan keluar dari konflik yang telah membebani pasar energi global ini, AS dilaporkan telah menyodorkan 15 poin proposal perdamaian kepada Teheran. Mengingat ketiadaan hubungan diplomatik langsung, proposal tersebut dijembatani oleh Pakistan dan beberapa negara kawasan yang bertindak sebagai mediator.
Meski Trump menyuarakan optimisme, proses negosiasi di lapangan dilaporkan masih berjalan alot karena pihak Teheran masih membantah adanya upaya penyelesaian di jalur diplomasi.




