OECD Ramal Ekonomi Global Tumbuh 2,9% pada 2026

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Organization for Economic Co-operation and Development alias OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global berada di level 2,9% pada 2026, sebelum merangkak naik sedikit ke 3,0% pada 2027.

Dalam publikasi terbarunya yang bertajuk OECD Economic Outlook, Interim Report: Testing Resilience edisi Maret 2026, lembaga tersebut menyoroti bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan Israel-AS ke Iran pada akhir Februari lalu akan menjadi ujian ketahanan ekonomi global.

Lonjakan harga energi dan sifat konflik Timur Tengah yang sulit diprediksi arahnya dinilai akan mengerek biaya dan menekan tingkat permintaan.

Tekanan harga energi dan disrupsi ini pada akhirnya akan menahan atau mengimbangi sejumlah sentimen positif yang sebenarnya tengah menopang perekonomian dunia. Sentimen positif tersebut mencakup kuatnya momentum produksi dan investasi yang berkaitan dengan teknologi, tingkat tarif efektif yang lebih rendah, serta momentum pertumbuhan yang terbawa dari 2025.

Adapun, proyeksi pertumbuhan ekonomi global di level 2,9% pada 2026 itu tidak berbeda dengan perhitungan OECD dalam publikasi periode Desember 2025. Hanya saja, jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3% pada 2025 maka proyeksi pada tahun ini turun sebesar 0,4 poin persentase.

Adapun, angka tersebut sudah termasuk proyeksi optimis. Lembaga yang bermarkas di Paris, Prancis itu menjelaskan bahwa proyeksi tersebut didasarkan asumsi bahwa konflik di Timur Tengah tidak berlarut-larut.

Baca Juga

  • Turun! OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,8% pada 2026
  • Percepat Aksesi OECD, BPK Gandeng Swiss Dorong Akuntabilitas Sektor Publik
  • Untung Rugi RI Aksesi OECD, Antara Biaya Tinggi hingga Potensi Naik Kelas

"Proyeksi ini bergantung pada asumsi teknis bahwa tingkat gangguan pasar energi saat ini akan mereda seiring waktu, dengan harga minyak, gas, dan pupuk menurun secara bertahap mulai pertengahan tahun 2026 dan seterusnya," tulis OECD dalam laporan, dikutip Minggu (26/3/2026).

Dari sisi pergerakan harga, OECD memproyeksikan inflasi umum (headline inflation) di negara-negara G20 akan menyentuh level 4,0% pada 2026. Angka proyeksi ini lebih tinggi 1,2 poin persentase dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, yang sebagian besar didorong oleh kenaikan harga energi global.

Lebih lanjut, laju pertumbuhan di negara-negara maju G20 diproyeksikan akan melemah dalam waktu dekat. Pertumbuhan PDB tahunan Amerika Serikat diramal melambat dari 2,1% pada 2025 menjadi 2,0% pada 2026 dan 1,7% pada 2027.

Sementara itu, pertumbuhan kawasan Eropa (Jerman, Prancis, Italia, Spanyol) diyakini melambat dari 1,4% pada 2025 menjadi 0,8% pada 2026 akibat tekanan harga energi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, laju ekonomi di negara-negara berkembang G20 juga diproyeksikan sedikit mereda, yang sebagian besar disebabkan oleh laju pertumbuhan di China dan India. Pertumbuhan ekonomi China diestimasikan melambat dari 5,0% pada 2025 menjadi 4,4% pada 2026 dan 4,3% pada 2027; sementara India melambat dari 7,6% pada 2025 menjadi 6,1% pada 2026 dan 6,4% pada 2027.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diramalkan melambat, yaitu berada di level 4,8% pada 2026. Proyeksi PDB Indonesia untuk 2026 tersebut dipangkas sebesar 0,2 poin persentase apabila dibandingkan dengan perkiraan lembaga tersebut pada edisi Desember 2025 (5,0%).

Sementara itu laju perekonomian nasional diestimasikan kembali menguat ke level 5,0% pada 2027.

Dari sisi pergerakan harga, inflasi umum Indonesia diramal akan berada pada level 3,4% di 2026, naik 0,3 poin persentase dari proyeksi periode sebelumnya. Tekanan harga ini diperkirakan bersifat sementara, karena inflasi diproyeksikan akan kembali mereda dan turun menuju level 2,6% pada 2027.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rajin Bangun Pagi, 3 Zodiak Ini Paling Produktif Sejak Matahari Terbit
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemulihan Aceh Pascabencana Dikebut dengan Skema Cash for Work
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Fuji Dijodohkan dengan Reza Arap, Haji Faisal Justru Sedih Jika Putrinya Nikah Muda
• 20 jam lalugrid.id
thumb
PP Tunas Mulai Belaku, Sekolah di Jakarta Perketat Pembatasan Gawai Siswa
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Sebulan Perang Iran, AS Terus Tambah Kekuatan Pasukan di Timur Tengah
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.