Kisah BRILink Agen di Bakauheni, Berawal Dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi Masyarakat

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Bakauheni, VIVA – Di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, kehadiran BRILink Agen menjadi solusi yang semakin dibutuhkan, terutama di daerah yang jauh dari kantor bank. Bagi Na'am Muslim, pemilik BRILink Agen di Bakauheni, usaha ini bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga cara untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan keuangan dengan lebih mudah.

Perjalanan Na'am Muslim menjadi BRILink Agen berawal dari pengamatan sederhana. Ia melihat salah satu anggota keluarganya lebih dulu menjalankan usaha sebagai agen PPOB di kampung dan mampu memperoleh penghasilan yang cukup menjanjikan setiap bulan. Dari sana, akhirnya muncul ketertarikan Na’am untuk mencoba peluang serupa.

Baca Juga :
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru
Intip Kisah Desa Banyuanyar, Ramah Lingkungan dan Terus Maju Lewat Pemberdayaan Desa BRILiaN

“Awalnya saya melihat keluarga yang menjadi agen PPOB di kampung. Kemudian, terlihat bahwa pendapatannya cukup menjanjikan. Akhirnya saya mencoba datang ke unit bank terdekat untuk mendaftar menjadi agen,” ujar Na’am.

Ia menilai bahwa proses untuk menjadi BRILink Agen tergolong mudah. Ia hanya perlu mengikuti sejumlah tahapan hingga akhirnya memperoleh mesin EDC dan resmi beroperasi sebagai agen. Namun demikian, tantangan terbesar justru muncul pada fase awal usaha, yakni keterbatasan modal. Menurutnya, besaran modal sangat menentukan kapasitas layanan transaksi yang dapat diberikan kepada masyarakat. “Semakin besar modal yang kita miliki, semakin banyak nasabah yang bisa kita layani. Itu tantangan terbesar saat merintis usaha ini,” papar Na’am.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis tersebut mulai menunjukkan hasil. Na'am mengaku keberadaan BRILink Agen membawa perubahan positif bagi kondisi ekonomi keluarganya. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi nasabah membantu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.

“Alhamdulillah, dari usaha ini kami mendapatkan keuntungan yang cukup besar sehingga kebutuhan keluarga bisa tercukupi,” kata Na’am.

Ia juga menyebut, aktivitas transaksi di agen miliknya juga mengalami lonjakan signifikan di periode-periode tertentu, salah satunya bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran. Di mana, aktivitas mulai ramai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, kemudian kembali meningkat pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Baca Juga :
Tumbuh Bersama Ekosistem Pemberdayaan BRI, Bakpao Gandum RoyalKueID Jadi Pilihan Camilan Praktis
BRI Kenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay di Lebih dari 19 Ribu Jaringan ATM dan CRM
Risiko Geopolitik Global Menghantui, Perbankan Perketat Prudential Measures

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kulkas Side by Side Cuma Rp6 Jutaan di Transmart Full Day Sale
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Cuma Kompetitor, Perang Harga Sendiri Bikin BYD Terluka
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
BNN Segera Serahkan Gembong Narkoba Dewi Astutik ke Kejaksaan
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Veda Ega Pratama Tampil Impresif, Start Posisi Empat di Moto3 AS
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Irwan Mussry Boyong Maia Estianty ke Uzbekistan Usai Lebaran, Sikap Bucin Ayah Tiri El Rumi Langsung Jadi Sorotan!
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.