REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah warga melakukan inisiatif membuat zebra cross di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Tak seperti penyeberangan jalan pada umumnya, zebra cross yang dibuat warga secara swadaya itu memiliki gaya Pac Man, sebuah video game lawas.
Mengutip akun Instagram @/berkemas, zebra cross di ruas jalan itu sudah lama menghilang. Alhasil, banyak pejalan kaki yang merasa was-was ketika hendak menyeberang. Karena itu, ia bersama sejumlah orang lainnya berinisiatif untuk membuat zebra cross di ruas jalan itu.
- Menkes Ajak China Kerja Sama Cegah Tuberkulosis dan Produksi Obat Tradisional
- Dukung Penuh PP Tunas, MUI Minta Instagram Hingga Yotube Patuh
- Hujan Deras Guyur Lembang, Kawasan Wisata Terpantau Lengang
"Bukan cuma dibalikin, tapi juga dikasih sentuhan pac-man style biar lebih hidup," kata dia dikutip Republika, Ahad (29/3/2026).
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta, Siti Dinarwenny, mengapresiasi kepedulian dan inisiatif masyarakat yang telah melakukan pengecatan jalan yang difungsikan sebagai zebra cross di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan. Meski begitu, pembuatan zebra cross tidak bisa dilaksanakan sembarangan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Ia menjelaskan, pembuatan marka jalan, termasuk zebra cross, harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar teknis yang berlaku. "Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," kata dia melalui keterangannya.
Dinas Bina Marga juga meminta maaf atas kondisi zebra cross di kawasan itu yang tidak tersedia beberapa waktu terakhir. Hal itu dikarenakan adanya kegiatan pemeliharaan berkala jalan dan pembangunan/peningkatan trotoar pada akhir 2025. Alhasil, marka zebra cross eksisting tertutup oleh lapisan aspal.
"Sehubungan dengan belum tersedianya fasilitas zebra cross di lokasi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat," kata Wenny.
Menurut dia, pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan. Pasalnya, material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik dan memiliki daya tahan maksimal.
Meski begitu, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan lokasi tersebut sebagai prioritas dalam rencana pemeliharaan marka jalan Tahun 2026. Termasuk pembangunan kembali fasilitas zebra cross.
"Pelaksanaan pekerjaan direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat dengan menggunakan material marka jalan sesuai standar teknis yang berlaku," kata dia.




