Pelaku Pasar Harap Bos Baru BEI Bisa Benahi PR di Pasar Modal

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku pasar modal berharap Direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) nantinya bisa membenahi sejumlah pekerjaan rumah di pasar modal. 

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menuturkan saat ini pekerjaan rumah Bursa adalah untuk membuat aturan yang tidak merugikan investor dan emiten. 

“Bukan aturan seperti FCA, suspensi tidak jelas, dan lain-lain,” ucap Budi, Jumat (27/3/2026). 

Budi juga berharap direksi baru BEI nantinya merupakan direksi yang kompeten dalam menghadapi permintaan investor institusi, terutama asing dengan dana pasifnya, termasuk pengelola indeks global.

Sebagai informasi, sejumlah nama yang beredar di pasar yang dikabarkan akan maju menjadi Direktur BEI adalah Iding Pardi yang merupakan Direktur Utama Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), Jeffrey Hendrik yang merupakan Pjs Direktur Utama BEI, dan Laksono Widodo yang merupakan mantan Direktur Perdagangan & Pengaturan Anggota Bursa 2018-2022

Saat dikonfirmasi, Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menolak untuk mengomentari kabar yang menyebutkan dirinya akan maju mencalonkan diri menjadi Direktur Utama BEI. 

Baca Juga

  • 12 Perusahaan Antre IPO di BEI per Akhir Maret 2026, Dominan Perusahaan Jumbo
  • Isu Pucuk Pimpinan BEI Menguat, Ini Kata Pjs Dirut Jeffrey Hendrik
  • Indointernet (EDGE) Ungkap Jadwal dan Skema Delisting dari BEI

Adapun Direktur Utama KPEI Iding Pardi membenarkan kabar dirinya akan maju mencalonkan diri menjadi Direktur Utama BEI. 

“Insya Allah. [Saya] belum mendaftar ke OJK, masih persiapan,” ucap Iding, Jumat (29/3/2026). 

Adapun mantan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas Laksono Widodo tidak membalas pesan dari Bisnis saat dikonfirmasi. 

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan Hasan Fawzi mengatakan ketentuan pencalonan direksi baru Bursa akan dikaitkan dengan proporsi aktivitas perusahaan efek per akhir Maret ini. 

“Kami akan memberikan panduan bahwa per akhir Maret itu, angka statistik satu tahun ke belakang akan jadi acuan untuk eligibilitas atau kelayakan para perusahaan efek mengajukan paket calon,” ujar Hasan, Rabu (25/3/2026).

Hasan juga menuturkan sampai saat ini, belum ada nama atau paket calon yang secara resmi masuk ke OJK. Menurutnya, OJK memberikan batas pengajuan calon direksi BEI pada 4 Mei 2026.

“Jadi belum ada yang secara resmi masuk ke OJK. Nah, nanti batas waktunya itu adalah 4 Mei 2026,” tuturnya.

Hasan menjelaskan perusahaan-perusahaan efek sebagai pemegang saham wajib melakukan penelaahan, penelitian, dan pemeriksaan kecakapan dan kelayakan kemampuan dari masing-masing calon direksi BEI. Kecakapan dan kelayakan tersebut baik untuk direktur utama, direktur perdagangan, direktur pencatatan, dan direktur lainnya.

Hasan berharap calon-calon direksi BEI yang datang ke OJK telah terseleksi dengan baik dari perusahaan efek. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Salam: Sumber Kekayaan Strategis Harus Dikuasai Negara
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Menlu AS: Operasi Militer terhadap Iran Akan Berakhir dalam Hitungan Pekan
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG: 4 Wilayah Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Minggu 29 Maret 2026
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendikdasmen Raih PSSI Award
• 2 jam lalurealita.co
thumb
PT Annajah Berkah Mulia Resmi Hadir di Makassar, Tawarkan Promo Umroh Mulai DP Rp1 Juta
• 6 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.