REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan revitalisasi Anjungan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Revitalisasi itu diperkirakan akan memakan anggaran hingga Rp 77,5 miliar.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, pihaknya akan menyiapkan konsep yang lebih visioner dengan pendekatan jangka panjang hingga 20 tahun ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah menghadirkan pengalaman yang lebih imersif dengan memanfaatkan teknologi digital.
Baca Juga
Stok BBM Aman, Pemprov DKI Minta Warga tak Panic Buying
Pramono Ajak Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Usai Ditutup Anies, Pramono Kembali Buka JPO Sarinah Usai Direvitalisasi
"Sekarang anak-anak sudah punya pandangan yang berbeda. Kita harus bersiap ke arah digital karena memang itu eranya," kata Rano melalui keterangan pers di Jakarta, Ahad (29/3/2026).
Rano meyakini, Anjungan Jakarta TMII dapat menjadi showcase kebudayaan Betawi. Tak hanya itu, tempat tersebut diharapkan dapat menjadi wadah promosi dan edukasi yang menampilkan budaya Betawi serta keberagaman masyarakat Jakarta.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut dia, revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII telah direncanakan sejak dua tahun terakhir. Pembiayaannya menggunakan skema kombinasi, yakni dari sumber non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta APBD.
"Revitalisasi ini telah direncanakan sejak 2024 oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 77,5 miliar," kata Rano.