jakarta.jpnn.com - Wacana pemotongan gaji pejabat dianggap sebagai merupakan cara Presiden Prabowo Subianto membangkitkan sense of crisis atau kepekaan terhadap potensi krisis.
Penilaian itu disampaikan Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda.
BACA JUGA: Akademisi Unram Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo dalam Kasus Aktivis KontraS
Pejabat yang berpotensi terkena pemotongan gaji antara lain anggota DPR, menteri, hingga wakil menteri.
Rifqinizamy mengatakan wacana itu merupakan sinyal bagi seluruh pihak untuk menghadapi potensi krisis akibat dinamika global karena peperangan di Timur Tengah.
BACA JUGA: Ketua Umum HIMALO Anggap Presiden Prabowo Benar-Benar Bela Palestina
"Kita menyadari bahwa dinamika ekonomi, terutama pascaperang di Timur Tengah itu tidak mudah,” kata Rifqinizamy, Rabu (25/3).
Rifqinizamy pun bisa memaklumi wacana efisiensi yang dilakukan pemerintah.
BACA JUGA: Menlu Sugiono Tegaskan Presiden Prabowo Ingin Jadi Penengah Konflik Timur Tengah
“Efisiensi menjadi kebutuhan kita semua," kata Rifqinizamy.
Rifqinizamy mengatakan saat ini bukan hanya pemotongan gaji yang diperlukan.
Langkah lain yang bisa dilakukan ialah mengefektifkan dan mengefisienkan sejumlah anggaran yang ada di pemerintahan. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




