Idrus Marham Ungkap Instruksi Bahlil: Kader Golkar Harus Jadi Garda Terdepan Jelaskan Kebijakan Negara

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja komunikasi para menteri dan juru bicara di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Idrus menilai bahwa meskipun kebijakan yang dirancang pemerintah sudah memiliki landasan substansi yang kuat, penyampaiannya ke publik masih jauh dari efektif sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman.

Menurut Idrus, arah kebijakan pemerintah saat ini sebenarnya telah memiliki fondasi kokoh yang selaras dengan ideologi, konstitusi, dan falsafah bangsa. Namun, ia menyayangkan lemahnya narasi yang dibangun oleh para pembantu presiden dalam menjelaskan kebijakan tersebut kepada masyarakat.

“Itu memang sudah terencana dengan berbagai proyeksinya, bukan tiba masa tiba akal,” ujar Idrus dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (29/3). Ia menegaskan bahwa tanpa penjelasan yang sistematis, pemerintah dapat terlihat seolah berjalan tanpa arah yang jelas.

Idrus menyoroti peran juru bicara presiden yang dinilai belum optimal dalam membangun narasi argumentasi kebijakan. Ia menekankan bahwa seorang juru bicara seharusnya bertindak kreatif dan proaktif menjelaskan kebijakan sejak awal, bukan sekadar memberikan jawaban reaktif setelah muncul kritik atau polemik di ruang publik.

“Juru bicara itu tidak mampu menjelaskan narasi argumentasi kebijakan. Mestinya setiap kebijakan dijelaskan sejak awal, bukan setelah ada kritik,” tegasnya. Ia juga meminta para menteri untuk lebih cerdas dalam menerjemahkan visi strategis presiden ke dalam program konkret yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Idrus juga memberikan contoh mengenai situasi global yang berdampak pada Indonesia, seperti eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi dunia. Di saat negara-negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand sudah mengambil langkah antisipatif, Idrus menilai pemerintah perlu lebih terbuka menjelaskan kondisi ini agar rakyat memahami mengapa kebijakan tertentu diambil.

Selain itu, ia meluruskan persepsi publik mengenai posisi Indonesia di berbagai forum internasional, yang sering kali disalahartikan sebagai bentuk keberpihakan. Menurutnya, hal tersebut adalah bagian dari strategi komunikasi politik untuk menjelaskan posisi bangsa di mata dunia.

Golkar Tetap Kawal Pemerintah

Meski melayangkan kritik, Idrus menegaskan bahwa Partai Golkar tetap setia berada dalam barisan pendukung pemerintah di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Ia menyatakan bahwa Bahlil telah menginstruksikan seluruh kader Golkar untuk menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan serta menjelaskan kebijakan pemerintah kepada rakyat.

Idrus menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa keberhasilan suatu program pemerintah sangat bergantung pada bagaimana hal itu dikomunikasikan. “Substansi penting, tapi narasi juga menentukan. Tanpa komunikasi yang jelas, kebijakan yang benar pun bisa dianggap salah,” pungkasnya. (jpg/*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mencari Kewenangan di Tengah Jalan Berlubang
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Maduro dan Istri Kirim Pesan dari Penjara AS, Klaim Tetap Teguh dan Tenang
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Bertolak ke Jepang, Bakal Perkuat Kerja Sama Energi hingga Kelautan
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Soal Dugaan Pengeroyokan Terkait Fahd A Rafiq di Polda Metro, Bapera: Tidak Benar!
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Kemenhaj Intensifkan Pengawasan Operasional Haji 2026, Pastikan Seluruh Tahapan Berjalan Optimal
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.