PBB Imbau Matikan Lampu Satu Jam pada Earth Hour 2026, Begini Aksi Perbankan di Indonesia

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengundang masyarakat dunia untuk mematikan lampu selama satu jam sebagai simbol komitmen terhadap perlindungan bumi. Ia menekankan pentingnya partisipasi global dalam inisiatif ini.

“Earth Hour atau 'Jam untuk Bumi' adalah tentang solidaritas, harapan, dan kekuatan tindakan kolektif. Hari ini saya meminta Anda menjadi salah satunya. Bumi membutuhkan Anda," kata Guterres dalam pernyataannya yang ditayangkan di saluran YouTube PBB, Jumat (21/3/2025).  

Baca Juga
  • Hotel Borobudur Jakarta Berpartisipasi dalam Earth Hour 2026
  • MBG Hadirkan Pekerjaan dengan Pendapatan Layak untuk Warga Lokal
  • Lebaran Topat, Tradisi Sasak yang Menjadi Magnet Pariwisata NTB

Menyambut seruan tersebut, industri perbankan mendukung program Earth Hour 2026  sebagai bagian kampanye global terkait perubahan iklim. Di tengah kondisi geopolitik yang turut memengaruhi sektor energi, momentum ini dimanfaatkan perbankan di Indonesia untuk terus mendorong efisiensi energi di operasional perusahaan.

Pada peringatan Earth Hour 2026, PT Bank Central Asia (BCA) memadamkan lampu dan peralatan elektronik nonesensial pada Sabtu (28/3/2026) di gedung operasional dan kantor cabang BCA di berbagai wilayah Indonesia, mulai pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, meski dilakukan pemadaman selama Earth Hour, BCA memastikan layanan perbankan dan jaringan ATM tetap beroperasi normal untuk melayani kebutuhan transaksi nasabah. Sejak 2019, BCA berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour dan mencatat penghematan listrik dari partisipasi gedung-gedung operasional selama kampanye tersebut.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Istri Ditemukan Tewas dan Suami Kritis di Karawang, Polisi Temukan Obat
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
ID Food Bakal Divestasi 3 Pabrik Gula, Dibidik Rampung April 2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Klandestin: Sebuah Kisah Imajiner tentang Seorang Penyair
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Permintaan Keluarga, Jenazah Praka Farizal akan Dimakamkan di Kulon Progo
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Putusan KPPU Dinilai tak Sejalan dengan Harapan Bunga Rendah Pindar
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.