Perlukah Penguatan Insentif Kendaraan Listrik di Tengah Konflik Timur Tengah? Ini Kata Pakar

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah dinilai perlu kembali memperkuat insentif kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak, terutama di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.

“Dalam kondisi seperti ini, mengurangi ketergantungan pada BBM menjadi semakin mendesak. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat insentif pembelian kendaraan listrik,” kata Kepala Ekonom Bank Permata, Joshua Pasaribu, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (29/3/2026).

Baca Juga
  • Kemlu: Iran Berikan Lampu Hijau Kapal Tanker Pertamina Melintasi Hormuz
  • Serangan-Serangan Iran Bongkar Titik Lemah Zionis Israel yang Selama Ini Klaim Paling Digdaya
  • Pakar Militer Rusia: AS Ulangi Kesalahan di Vietnam Selama Perang Iran, Makanya Kalah

Menurutnya, gangguan geopolitik di kawasan tersebut membuat jalur Selat Hormuz kembali menjadi sangat krusial bagi pasar energi dunia. Pada 2024, aliran minyak melalui Selat Hormuz mencapai sekitar 20 juta barel per hari atau sekitar 20 persen konsumsi minyak global.

Adapun pada Maret 2026, lanjutnya, pasokan minyak global tercatat turun sekitar 8 juta barel per hari akibat gangguan di Timur Tengah, dengan harga minyak Brent masih berada di kisaran 108 dolar per barel per 27 Maret 2026.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Joshua mencontohkan kebijakan pemerintah pada 2025 yang memberikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah untuk mobil listrik roda empat tertentu dengan kandungan lokal minimal 40 persen hingga Desember 2025.

“Kebijakan tersebut dinilai efektif dalam mendorong pembentukan pasar kendaraan listrik sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem industri,” katanya.

Joshua menilai, insentif memiliki peran besar dalam mempercepat peralihan kendaraan berbasis BBM ke kendaraan listrik, terutama pada tahap awal ketika harga kendaraan masih menjadi hambatan utama bagi konsumen.

“Di tengah pasar otomotif nasional yang terkontraksi sekitar 10 persen, penjualan kendaraan listrik sepanjang 2025 justru meningkat. Ini menunjukkan insentif efektif mempercepat pembentukan pasar,” ujarnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming UFC Seattle: Tarung Siang Ini, Ada Duel Israel Adesanya vs Joe Pyfer
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Ibu Ini Unboxing Paket Sembako dan Baju Gamis di Pasar Murah Pemerintah
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Industri padat karya disebut masih butuh perhatian khusus
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Tanjungpinang Siaga Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Kebut Proyek Sampah jadi Listrik di Banten dan Jawa Tengah
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.