Mengaku Khawatir ke Dedi Mulyadi, Kades Sabajaya Ungkap Narasi Medsos Bikin Kasus Ustaz Karawang Melenceng

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Narasi yang beredar di media sosial soal kasus Ustaz Karawang ternyata jauh dari fakta sebenarnya. Dedi Mulyadi pun angkat bicara setelah mendengar langsung penjelasan dari Kades Sabajaya yang mengaku khawatir karena informasi di medsos terus berkembang liar. Percakapan keduanya membuka fakta bahwa cerita yang viral justru melenceng dari kejadian asli.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan kondisi terkini AP, ustaz yang menjadi sorotan, serta keberadaan perempuan berinisial UM. 

Menjawab hal itu, Kades Sabajaya menjelaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah di Polres.

“Ketika memang kita sudah musyawarah di Polres, ya sudah selesai secara kekeluargaan. Memang saya, atas nama pemerintah juga, karena tekanan dari warga juga kan kita tidak bisa menerima, karena dia kan punya titel itu kan, itu yang kita enggak bisa menerima,” ujar Kades Sabajaya.

Ia juga menegaskan bahwa hasil kesepakatan di tingkat desa adalah menolak kehadiran pihak yang terlibat untuk kembali ke wilayah mereka.

“Kita akhirnya satu desa menolak, tidak dibolehkan ke desa kami lagi, kembali lagi,” lanjutnya.

Saat ditanya mengenai proses hukum, Kades Sabajaya mengungkapkan bahwa kasus tersebut tidak dilanjutkan ke jalur hukum karena dinilai sulit dalam pembuktian.

“Tidak ada proses hukum. Karena kalau proses hukum pembuktiannya panjang, itu susah di KUHP pidananya untuk membuktikannya,” jelasnya.

Menanggapi adanya dugaan penganiayaan, Dedi Mulyadi kembali menggali informasi lebih dalam. Kades Sabajaya pun menyebut bahwa pihak keluarga korban memilih untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.

“Nah, saya sudah berbicara dengan para keluarga. Dari pemerintahan itu ayo mengikuti keinginan dari pihak keluarga. Ternyata dari pihak keluarga diam semua. Terus ada mamangnya juga, ‘sudahlah, enggak usah,’” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa korban pemukulan juga tidak melanjutkan perkara tersebut atas saran keluarga.

Kades Sabajaya juga mengaku belum mengetahui secara pasti keberadaan UM saat ini. Informasi yang diterimanya menyebut bahwa UM berada di wilayah Cikarang, tinggal bersama keluarga.

“Saya belum ngobrol dengan si UM ini, belum tahu sekarang di mana. Katanya ada di mamangnya di daerah Cikarang,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sehari Lagi, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Batas Akhir Pelaporan LHKPN
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Kemenkes Ungkap Kronologi Dokter Meninggal Tertular Campak Saat Tugas
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Turis Mau Liburan ke Singapura Sebaiknya Jangan Nekat Sembunyikan Vape, Ancamannya Bisa Dideportasi dan Masuk Daftar Hitam Cekal
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ramalan Zodiak Minggu ini: Hubungan, Karier, dan Keuangan di 30 Maret - 5 April 2026
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Volkswagen Minta Industri Otomotif Jerman Belajar dari China
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.