VIVA –Protes besar-besaran menentang pemerintahan Donald Trump terjadi di berbagai kota di AS, menandai gelombang ketiga dari aksi “No Kings” yang sebelumnya telah menarik jutaan orang. Protes ini terkait dengan kebijakan yang diterapkan presiden AS termasuk soal perang di Iran, penegakan imigrasi federal hingga meningkatnya biaya hidup.
“Trump ingin menguasai kita seperti seorang tiran. Tapi ini Amerika, dan kekuasaan milik rakyat bukan untuk calon raja atau kroni miliarder mereka,” ujar para penggagas protes seperti dikutip dari laman BBC Internasional, Senin 30 Maret 2026.
Sepanjang hari Sabtu waktu setempat atau pada Minggu waktu Indonesia, demonstrasi berlangsung hampir di setiap kota besar di AS, termasuk New York, Washington DC, Los Angeles, Boston, Nashville, dan Houston. Massa juga berkumpul di kota-kota kecil di seluruh negeri.
Di pusat kota Washington DC, aksi berlangsung sepanjang sore, dengan ribuan orang berjalan di jalanan ibu kota. Para pengunjuk rasa memenuhi tangga Lincoln Memorial dan memadati National Mall.
Seperti gelombang No Kings sebelumnya, para pengunjuk rasa membawa patung atau simbol yang menyerupai Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan pejabat lain di pemerintahan, sambil menuntut mereka dicopot dari jabatan dan ditangkap.
Ribuan orang Sabtu itu memenuhi jalan dengan membawa poster, sementara beberapa tokoh politik Demokrat papan atas juga tampil di atas panggung di luar Gedung Capitol Negara Bagian di St. Paul. Bahkan sosok musisi kenamaan Bruce Springteen juga tampil dan membawakan lagu anti-penegakan imigrasi berjudul “Streets of Minneapolis”.
Ribuan orang juga memadati Times Square di New York, berjalan melalui kawasan Midtown Manhattan. Polisi bahkan harus menutup jalan-jalan yang biasanya padat untuk memberi ruang bagi massa.
Menyusul dengan aksi masa besar-besaran di Amerika Serikat, juru bicara Gedung Putih angkat bicara. Pihaknya menyebut protes itu aksi orang-orang yang terlalu terobsesi dengan Trump, dan mengatakan satu-satunya yang peduli hanyalah wartawan yang dibayar untuk meliput.
- Getty Image via BBC News
Aksi Penangkapan Demonstran
Namun sayangnya protes ini tidak selalu berjalan mulus. Di Los Angeles, dua orang ditangkap karena menyerang aparat federal, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).





