REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa gelombang terbaru dari operasi balasannya telah menghantam infrastruktur udara dan drone milik AS dan Israel. Selain itu, serangan balasan juga menargetkan tempat persembunyian pasukan mereka di berbagai lokasi.
IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada Ahad (29/3/2026) bahwa gelombang ke-86 dari operasi 'True Promise 4' diluncurkan pada Ahad (29/3/2026) dini hari dalam format multi-tahap. Operasi ini melibatkan serangan terkoordinasi rudal dan drone oleh IRGC serta pasukan Angkatan Laut terhadap target-target AS dan Israel di kawasan tersebut.
Baca Juga
Adopsi Kendaraan Listrik Dipercepat untuk Redam Lonjakan Harga Minyak
Laporan: Menteri Israel Nyaris Tewas Diserang Rudal Hizbullah
Israel Serang Markas Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon, Ada yang Gugur
Menurut pernyataan itu, pada tahap pertama operasi, serangan rudal dan drone menargetkan infrastruktur operasional udara dan drone serta persediaan senjata di pangkalan-pangkalan AS, termasuk Victoria, Arifjan, dan Al Kharj.
IRGC menambahkan bahwa pada tahap-tahap berikutnya, tempat persembunyian pasukan AS dan Israel, serta elemen yang berafiliasi dengan kelompok Komala, diserang secara presisi di berbagai wilayah, termasuk Arad, Negev, Tel Aviv, Erbil, Armada Kelima AS, dan Al Dhafra.