Emosi Para Korban Investasi Bodong Geruduk Rumah Pelaku di Tenjo Bogor

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Bogor -

Kasus dugaan penipuan modus investasi sembako terjadi di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Puluhan warga yang menjadi korban ramai-ramai menggeruduk rumah terduga pelaku untuk menuntut keadilan.

Rekaman video momen warga mendatangi rumah terduga pelaku investasi bodong viral di media sosial. Dalam rekaman video, tampak sejumlah warga mendatangi salah satu rumah warga.

Dalam rekaman video, warga yang didominasi ibu-ibu tersebut tampak datang membawa karton dengan berbagai tulisan. Di lokasi, tampak Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik berada di tengah-tengah warga dan meredam emosi warga.

"Jadi saya dapat informasi ada demo di Puri Tenjo, warga demo geruduk rumah orang. Ketika saya cek ke lokasi ternyata itu warga yang diduga menjadi korban penipuan investasi sembako, minyak goreng dan gula pasir," kata Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (29/3/2026).

Foto: Polisi lakukan pengamanan demo warga korban investasi bodong Foto: (Dok Istimewa)
Baca juga: Kala CFD Jadi Arena Warga 'Bakar' Sisa Opor dan Rendang Lebaran

Hendrik mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/3) siang. Iptu Hendrik bersama anggota mendatangi lokasi untuk meredam emosi warga dan menghindari tindakan anarkis.

"Kita ke sana supaya warga ini nggak anarkis, kan orangnya kan sudah melarikan diri, khawatir ada penjarahan atau ada orang-orang yang memanfaatkan situasi, kemudian malah ngambil barang-barang orang," kata Hendrik.

"Alhamdulillah situasinya kondusif. Kemudian, saya sosialisasikan terkait perkara hukum, akhirnya mereka mau ikut ke Polsek buat LP, buat laporan. Situasi aman sampai saat ini, kalau kita biarkan atau kalau telat, mungkin sudah pada masuk rumah pelaku sampai berbuat anarkis," imbuhnya.

Saat ini, menurut Hendrik, kasus tersebut dalam proses penyelidikan. Sejumlah saksi terkait kasus tersebut dimintai keterangan. Rumah terduga pelaku, kata Hendrik, saat ini dipasangi garis polisi agar tidak ada warga yang memaksa masuk.

"Sekarang sudah dalam penanganan kami, kita juga sudah koordinasi dengan Kasat Reskrim dan sampai saat ini masih kondusif. Dari hari Jumat, baru 2 orang yang kita periksa, (yaitu) saksi pelapor dan saksi yang jadi admin investasinya. Kita belum pastikan juga jumlah korbannya karena bisa saja nanti bertambah korban-korbannya," kata Hendrik.

Baca juga: Ngeri Mutilasi Dalam Freezer di Bekasi, Korban Ditemukan Tanpa Tangan-Kaki




(wnv/ygs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata PSSI soal Cedera Zijlstra dan Pemanggilan Jens Raven
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemuda di Kupang NTT Perkosa Penyandang Disabilitas hingga Pendarahan
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Ironi Marcus Thuram: Mandul di Inter Milan, Justru Dapat Kesempatan Jadi Starter Timnas Prancis
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal UTBK 2026, Simak Dokumen yang Harus Dibawa dan Aturan Berpakaian
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Siapa Wira Arizona? Sosok JPU Kasus Video Desa Karo yang Viral Usai Tuntut Amsal Sitepu 2 Tahun Penjara
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.