REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Markas Pusat Khatam al-Anbia Angkatan Bersenjata Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat (AS) terkait rencana infiltrasi atau pendudukan wilayah kedaulatan Republik Islam Iran. Teheran menegaskan, setiap upaya invasi darat oleh Pentagon akan berakhir dengan kehancuran total dan kehinaan bagi Washington.
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia, Ebrahim Zolfaqari menyatakan, pasukan Iran telah bersiap menghadapi skenario terburuk dan menunggu momentum untuk memberikan balasan yang mematikan.
Baca Juga
Serangan Terbaru Iran Targetkan Infrastruktur Udara AS-Israel
Laporan: Menteri Israel Nyaris Tewas Diserang Rudal Hizbullah
Media Iran Sambut Rencana Invasi Darat AS dengan Judul Besar: Welcome To Hell
Dalam pernyataan resminya yang dilansir kantor berita semi formal Tasnim pada Ahad (29/3/2026), Zolfaqari memberikan gambaran mengerikan bagi pasukan agresor yang mencoba menginjakkan kaki di tanah Iran.
"Para komandan dan tentara AS pada akhirnya hanya akan menjadi santapan hiu di Teluk Persia," tegas Zolfaqari, merujuk pada kesiapan tempur unit-unit pertahanan pesisir dan laut Iran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019. - (Dok US Navy)
Menepis ancaman Trump
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas retorika Presiden AS Donald Trump yang berulang kali mengancam akan melancarkan operasi darat dan menduduki pulau-pulau strategis di Teluk Persia. Zolfaqari menilai rencana tersebut sebagai ambisi tidak realistis yang dipicu oleh tekanan eksternal yang tidak berdasar.
Ia menuding kepemimpinan AS telah terjebak dalam "prahara mematikan" akibat keputusan militer yang gegabah. Menurut Zolfaqari, pasukan AS di kawasan sedang menghadapi ancaman serius setiap hari. Mereka bahkan terpaksa mundur dari pangkalan-pangkalan yang hancur untuk mencari perlindungan di pusat-pusat sipil dan ekonomi negara-negara kawasan.
"Posisi Presiden AS tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan. Mereka mencoba berlindung di balik fasilitas sipil, namun tetap saja mereka rentan terhadap serangan kami,"tambah dia.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)