tvOnenews.com - Viral di media sosial, kasus pengeroyokan seorang ustaz di Karawang sempat memicu beragam spekulasi liar di tengah masyarakat. Namun, fakta sebenarnya mulai terungkap setelah Dedi Mulyadi menghadirkan langsung pihak-pihak terkait, termasuk Kades Sabajaya, dalam sebuah perbincangan terbuka.
Dari sinilah kronologi kejadian perlahan diluruskan dan ternyata jauh berbeda dari narasi yang beredar.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya telah menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar. Ia menyebut peristiwa tersebut bukanlah kasus tertangkap tangan dugaan perbuatan asusila, melainkan berkaitan dengan kejadian lama yang kembali mencuat.
Kades Sabajaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Dedi Mulyadi. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
“Perlu diluruskan, kejadian ini bukan tertangkap tangan melakukan perbuatan asusila. Ini adalah pengakuan atas peristiwa yang disebut terjadi di masa lalu,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya (29/3/2026).
Dalam konten YouTube yang diunggahnya, Dedi Mulyadi secara khusus menghadirkan Kades Sabajaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pihak keluarga untuk mengurai kronologi ustaz Karawang dikeroyok yang selama ini simpang siur.
Kades Sabajaya pun blak-blakan memaparkan awal mula kejadian tersebut di hadapan Dedi Mulyadi.
“Nah, jadi sebenarnya itu begini kronologi kejadiannya. Jadi ee si ustaz itu lagi ada di rumahnya. Nah, gitu kan, dijemputlah sama dua orang ini si lakinya UM sama siapa tuh saya enggak kenal gitu kan,” ujar Kades Sabajaya.
Ia menjelaskan, penjemputan tersebut dilakukan dengan alasan yang terkesan biasa, yakni untuk sebuah pertemuan keluarga.
“Nah gitu dengan alasan itu izin ya, mau katanya suruh ke sana karena anak menantunya itu mau pulang lagi ke Singapura, gitu kan. Mungkin mau pamit sama Pak Ustaz gitu kan,” lanjutnya.
Menurutnya, ustaz tersebut kemudian datang ke lokasi dengan mengendarai motor sendiri setelah sempat ragu.
“Nah si ustaz itu dijemput itu dari rumahnya ustaz itu ke rumahnya,” katanya.
Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi mencoba memperjelas alur kejadian.
“Makanya kan harus jelas nih awalnya kronologisnya gitu. Jadi Pak Ustaz itu rumahnya di desa Bapak, dijemputlah oleh suaminya UM sama temannya lah ya, tujuannya untuk?” tanya Dedi.




