Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Warga

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bau busuk tercium saat memasuki Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026).

Tumpukan sampah buah dan sayuran kembali menggunung, menciptakan pemandangan yang tak hanya mengganggu, tetapi juga mengganggu aktivitas.

Gunungan sampah serupa sebelumnya juga terjadi pada Januari 2026.

Saat itu, ketinggian sampah mencapai enam meter akibat kekurangan armada pengangkut.

Pada Minggu pagi, sampah masih terlihat menumpuk tinggi dan belum ada aktivitas pengangkutan.

Baca juga: Pedagang Keluhkan Sampah Menggunung di Pasar Kramat Jati, padahal Rutin Bayar Retribusi

Di lokasi hanya tampak papan peringatan yang dipasang oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

“Peringatan area ini dalam pengawasan pejabat pengawas lingkungan hidup,” tulis keterangan pada papan tersebut.

Bau Menyengat

Sugiat (55), warga sekitar, mengatakan bau menyengat dari tumpukan sampah kembali mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Ya lebih banyakan ini (sampahnya) dampaknya, mengganggu, jelas baunya itu. Kalau yang punya penyakit bengek mah langsung ini, sesak napas gitu,” ujar Sugiat saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Minggu.

Ia menambahkan, kondisi serupa pernah terjadi pada Januari lalu karena armada pengangkut sampah tidak mencukupi.

“Iya (Januari) sempat bersih tuh. Ya kan tahu sendiri kapasitas ini sampah tiap hari di itu paling enggak tuh kalau diangkut keluar tuh harusnya paling enggak tuh 15 mobil. Maka yang diangkut tiap hari tuh paling enam, kadang tujuh,” ungkapnya.

Sudah Bayar Retribusi Sampah Tak Tertangani

Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati mengaku rutin membayar retribusi kebersihan kepada pengelola, yakni Perumda Pasar Jaya.

Meski membayar setiap bulan, para pedagang menilai, sampah di pasar induk itu dinilai tidak tertangani dengan baik.

“Mengeluh soalnya per bulan itu bayar, mau enggak mau. Sedangkan usaha kayak begini anjlok drastis usaha, terus telat bayar bulanan sampah, telat dua bulan, tiga bulan dikasih peringatan, disegel,” kata salah satu pedagang, Suratno.

Baca juga: Sampah Menggunung di Pasar Kramat Jati, Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dia menjelaskan, retribusi kebersihan yang harus dibayarkan setiap bulan mencapai sekitar Rp 600.000 hingga Rp 620.000.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Film Lebaran 2026 Sudah 1 Juta Penonton, Na Willa Siap Nyusul?
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Cara Baru Atasi Anak Susah Mandi Tanpa Drama, Moms Wajib Tahu!
• 9 jam laluherstory.co.id
thumb
2 Anak Harimau Mati Diduga Terserang Virus di Bandung Zoo, DPRD akan Panggil BBKSDA Jabar
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Penambahan Layer Cukai Tembakau Dinilai Berisiko bagi Perlindungan Kesehatan
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Tekad Bulgaria Kalahkan Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026: Kami Bisa Jauh Lebih Baik
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.