Cara Baru Atasi Anak Susah Mandi Tanpa Drama, Moms Wajib Tahu!

herstory.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Moms, fenomena anak susah mandi masih menjadi tantangan umum bagi banyak orang tua. Rutinitas yang seharusnya sederhana ini kerap berubah menjadi “drama” harian di rumah. Kini, pendekatan parenting modern mulai menggeser cara lama dengan menghadirkan aktivitas mandi yang lebih menyenangkan melalui konsep play-based atau berbasis permainan.

Salah satu inovasi datang dari brand lokal Bubbly Buds yang memperkenalkan moldable foam soap, sabun berbentuk busa lembut yang dapat dibentuk dan dimainkan sekaligus berfungsi membersihkan tubuh. Produk ini dirancang untuk mengubah persepsi anak terhadap mandi, dari aktivitas yang dihindari menjadi momen yang ditunggu.

Dengan tekstur lembut dan mudah dibentuk, anak dapat berkreasi langsung saat mandi, mulai dari membuat bentuk awan hingga karakter imajinatif sesuai keinginan mereka. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga menggabungkan unsur bermain dalam satu pengalaman.

Founder Bubbly Buds, Louisa Jane Surjana, mengungkapkan bahwa inovasi ini berangkat dari pengalaman pribadi sebagai orang tua.

“Banyak orang tua, termasuk saya sendiri, pernah mengalami momen di mana mandi terasa seperti ‘perjuangan’ setiap hari. Dari situ muncul keinginan sederhana bagaimana kalau mandi bisa jadi sesuatu yang justru ditunggu anak?” ujarnya.

Ia menambahkan, “Bubbly Buds lahir dari pemikiran itu. Kami ingin mengubah rutinitas menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan sesuatu yang dipaksakan.”

Secara pendekatan, metode sensory play seperti ini dinilai mampu membantu anak lebih mudah menerima rutinitas harian lho!

Dengan adanya aktivitas bermain busa memberikan stimulasi multisensori yang melibatkan sentuhan, visual, dan gerakan secara bersamaan.

Selain itu, aktivitas tersebut juga berkaitan dengan pengembangan keterampilan anak, mulai dari kreativitas saat membentuk objek, koordinasi tangan melalui gerakan meremas dan memutar, hingga kemampuan kognitif melalui eksplorasi langsung.

Tak hanya aspek perkembangan, tekstur busa yang lembut juga memberikan efek menenangkan Moms. Hal ini membantu anak lebih rileks, sehingga waktu mandi tidak lagi memicu emosi negatif.

Dalam praktiknya, perubahan pendekatan ini juga membuka ruang interaksi antara orang tua dan anak. Mandi tidak lagi sekadar kewajiban, tetapi menjadi momen bermain bersama yang mendukung komunikasi dan kedekatan emosional.

Seiring berkembangnya tren konten parenting di media sosial, perubahan perilaku ini juga mulai terlihat. Narasi “anak susah mandi” perlahan bergeser menjadi pengalaman baru, di mana anak justru menikmati waktu mandi karena terasa seperti bermain.

Pendekatan berbasis permainan ini menunjukkan bahwa kebiasaan baik dapat terbentuk secara natural ketika anak merasa nyaman dan terlibat, bukan melalui paksaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham NZIA Bergerak di Bidang Apa? Pengembang Rumah Subsidi, Intip Daftar Proyeknya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kepala BPJPH Tegaskan Literasi Halal Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Sidang Hermanto Oerip Hadirkan Ahli Pidana Bahas Unsur Penipuan
• 55 menit lalurealita.co
thumb
Meresahkan Warga, Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam di Pajalesang Palopo
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Identitas Mayat dalam Freezer Resto Ayam Geprek Bekasi dan Kesaksian Warga
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.