JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut, terdapat 207 ribu rumah tidak layak huni di Jakarta.
Hal ini dikatakan Maruarar saat mengecek lahan untuk pembangunan Rumah Susun (Rusun) bagi warga bantaran rel Senen di Jakarta Pusat pada Minggu, 29 Maret 2026.
BACA JUGA:Kang Cucun Soroti Ancaman Global saat Buka Muscab PKB Tulungagung, Solidaritas Jadi Kunci Utama
BACA JUGA:DPRD Kota Bekasi Soroti Alih Fungsi Kios Pasar Bintara Jadi Kafe
"Ada 207 ribu yang tidak layak punya rumahnya di Jakarta," kata Maruarar di lokasi.
Maruarar menyadari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak memiliki anggaran dari APBD untuk program bedah rumah.
Dari itu Kementerian PKP bakal membantu merenovasi 3.100 rumah tidak layak huni di Jakarta tersebut pada tahun ini.
"Di Jakarta tidak ada APBD untuk merenovasi rumah rakyat miskin. Jadi kita sinergi," ucapnya.
BACA JUGA:Sosok Wira Arizona JPU Kabupaten Karo Viral di Threads, Sebut Jasa Editing Video Harusnya Gratis
Ribuan rumah yang akan direnovasi tersebut tersebar di enam kota/kabupaten, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Setiap kota administrasi mendapatkan jatah 600 rumah, sementara untuk Kabupaten Kepulauan Seribu berjumlah 100 hunian yang akan direnovasi.
"Masing-masing 600 ya. Ini ada 5 kota, dan satu (Kepulauan Seribu) itu 100 Pak. Jadi 3.100 kita renovasi tahun ini.," terangnya.
Renovasi 3.100 rumah ini kata Ara sapaan akrabnya akan menimbulkan Multiplier effect (efek ganda) bagi ekonomi Jakarta.
Selain menyerap belasan ribuan tenaga kerja, proyek renvasi tersebut juga akan membangkitkan sektor UMKM dan usaha lainnya.
BACA JUGA:Gus Ipul Apresiasi Trenggalek, Peduli Data Hingga Hadirkan Sekolah Rakyat
- 1
- 2
- »





