REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Ibu kota Teheran dan sejumlah provinsi di sekitarnya di Iran utara mengalami pemadaman listrik. Kementerian Energi Iran mengumumkan hal tersebut usai serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Ahad (29/3/2026).
"Beberapa menit lalu, akibat serangan AS dan Israel terhadap pembangkit listrik di Provinsi Teheran serta sejumlah distrik di Teheran dan Provinsi Alborz, listrik terputus. Tim teknis Kementerian Energi sedang berupaya mengatasi masalah ini," kata kementerian tersebut seperti dikutip Nour News.
Baca Juga
Kerugian Besar Dialami AS Usai 'Radar Terbang' Dihancurkan Iran di Pangkalan Saudi
Tunggu Operasi Darat Tentara AS, Jubir Militer Iran: Mereka akan Jadi Santapan Hiu
Pendukung Setia Kecewa, Sebut Donald Trump 'Pengkhianat' America First
Dilaporkan, pecahan proyektil menghantam menara listrik tegangan tinggi di Alborz yang menyebabkan pemadaman. Serangan itu juga merusak gardu induk di wilayah Dowshan Tappeh sehingga memutus aliran listrik di sejumlah distrik di Teheran dan Karaj.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)