Dua kapal pengangkut gas petroleum cair (LPG) India sedang dalam perjalanan menuju India setelah melintasi Selat Hormuz.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India (Ministry of Petroleum and Natural Gas/MoPNG) pada Minggu (29/3/2026). Kapal tersebut berhasil melintas di tengah gangguan yang berkelanjutan di jalur perairan tersebut.
Kedua kapal tanker itu membawa muatan gabungan sekitar 94.000 metrik ton LPG, seperti yang dikatakan kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Salah satu kapal dengan jenis BW Tyr yang melintas menuju Mumbai diperkirakan akan tiba pada Selasa. BW Elm, kapal lainnya, menuju New Mangalore dan dijadwalkan tiba pada hari Rabu.
“Semua pelaut India di wilayah tersebut aman, dan tidak ada insiden yang melibatkan kapal dengan bendera India yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir,” kata kementerian tersebut seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.
18 kapal berbendera India lainnya, dengan 485 pelaut India masih berada di wilayah Teluk Persia bagian barat.
India memperoleh sekitar 50 persen pasokan energinya dari negara-negara Teluk, yang bernilai $180 miliar pada tahun 2024, demikian pernyataan tersebut.
Kejadian ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut menyusul serangan udara AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat drone dan rudal yang menargetkan Israel dan negara lainnya seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Dalam konflik ini menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan.
Selat Hormuz telah mengalami gangguan sejak awal Maret. Sekitar 20 juta barel minyak biasanya melewati selat ini setiap hari, dan gangguan tersebut telah memengaruhi peningktana biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.(mar/iss)




