Komisi II DPR menggelar rapat kerja bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda. Turut hadir, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Ribka Haluk, dan Akhmad Wiyagus.
Rapat akan membahas pengawasan serta pemaparan program kerja tahun 2026, hingga tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2025.
“Agenda kita hari ini yang pertama adalah pengawasan dan pemaparan program kerja tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri, BNPP, dan Otorita IKN,” ujar Rifqi.
“Kedua adalah membahas tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK tahun 2025 terhadap mitra kerja kita yang hadir pada kesempatan hari ini,” lanjutnya.
Ia menegaskan, peran Kemendagri menjadi krusial dalam memastikan jalannya pemerintahan daerah di tengah dinamika global yang terjadi saat ini.
“Kita tahu di pundak Kemendagri bukan hanya urusan rutin dan administratif yang biasanya diembankan kepada Kemendagri,” tutur Rifqi.
“Tetapi, tentu dalam situasi hari-hari ini yang penuh dengan ketidakpastian terutama pasca adanya tekanan geopolitik global 2026, kita semua merasakan banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi baik pada tingkat nasional, terutama di tingkat daerah,” sambungnya.
Rifqi juga menyebut Komisi II menaruh harapan besar kepada Kemendagri sebagai koordinator pemerintahan daerah.
“Sebagai koordinator dari pemerintahan daerah, 546 daerah otonom di Indonesia, provinsi, kabupaten/kota, kami menaruh harapan dan menjadikan Kemendagri sebagai mata dan telinga kami semua. Untuk memastikan seluruh pemerintahan daerah kita masih berjalan dengan baik,” ujar Rifqi.
“Pelayanan publik masih bisa dilaksanakan, kebutuhan dasar masyarakat masih dilayani dengan baik, sekali lagi tentu dengan situasi yang tidak mudah,” lanjut dia.
Selain itu, Rifqi turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tito dalam rapat tersebut, setelah sebelumnya beberapa kali absen dalam agenda Komisi II.
“Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya, serta rasa kangen yang seberat-beratnya. Terutama kepada bapak Mendagri yang hari ini dapat hadir di Komisi II DPR RI,” tutur Rifqi.
“Saat ini pukul 10 lebih 40 menit. Tadi saya ditanya kok kenapa hari ini telat, saya bilang nggak apa-apa mengkompensasi Pak Tito kemarin yang nggak hadir 5 kali, kita kasih telat sedikit 30 menit,” lanjutnya berkelakar.





