JAKARTA, DISWAY.ID -- Potensi limbah kelapa sawit di Indonesia sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung ekonomi berkelanjutan.
Namun, pengelolaan yang tidak optimal berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan serius.
Pengamat UI menekankan pentingnya pengelolaan limbah sawit secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Amsal Sitepu Terisak saat Rapat dengan Komisi III DPR: Saya Sedih Dikriminalisasi
BACA JUGA:Keselamatan Awak Kapal Jadi Prioritas, Pemerintah Perkuat Koordinasi Pelintasan di Selat Hormuz
Limbah tandan kosong, POME, dan biomassa bisa dimanfaatkan jadi produk bernilai tambah dan energi.
Namun di sisi lain, pengelolaan yang tidak optimal justru berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan yang serius.
Pengamat lingkungan, Dr. Ir. Mahawan Karuniasa, M.M menyebut, besarnya potensi limbah sawit tidak lepas dari luasnya industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Hampir seluruh residu dari proses produksi, kata dia, dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
“Potensi utama limbah sawit itu sangat besar, karena hampir semua residunya bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah,” ujar Mahawan.
BACA JUGA:SPPG Mulai Operasi 31 Maret, Waka BGN Ingatkan Mitra yang Mark Up Harga Bahan Baku akan Disikat
BACA JUGA:Gus Ipul Apresiasi Trenggalek, Peduli Data Hingga Hadirkan Sekolah Rakyat
Ia menjelaskan, tandan kosong kelapa sawit misalnya, dapat diolah menjadi kompos, mulsa, hingga bahan baku papan partikel.
Selain itu, biomassa seperti serat dan cangkang sawit memiliki nilai kalor tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler maupun briket industri.
Tak hanya itu, limbah cair atau palm oil mill effluent (POME) juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
- 1
- 2
- »





