Saham Migas dan Batu Bara AKRA-AADI Cs Unjuk Gigi saat IHSG Terkoreksi

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Saham sektor minyak dan gas (migas) dan batu bara menguat pada perdagangan Senin (30/3/2026) di tengah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Saham Migas dan Batu Bara AKRA-AADI Cs Unjuk Gigi saat IHSG Terkoreksi. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham sektor minyak dan gas (migas) dan batu bara menguat pada perdagangan Senin (30/3/2026) di tengah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), seiring lonjakan harga komoditas energi global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Saham batu bara bergerak naik dipimpin Grup Adaro, dengan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 3,50 persen ke Rp11.100 per unit hingga pukul 10.27 WIB. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 3,05 persen ke Rp2.030 per unit, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 2,76 persen ke Rp2.610 per unit.

Baca Juga:
Saham Big Cap Babak Belur, Emiten Prajogo Tertekan, BBCA Merosot 3 Persen

Sementara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 1,61 persen, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melonjak 4,68 persen, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menguat 2,90 persen ke Rp1.065 per saham, dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) bertambah 1,32 persen.

Kenaikan juga terjadi pada saham migas dan jasa penunjangnya.

Baca Juga:
IHSG Sempat Turun 2 Persen, Merah 3 Hari di Tengah Perang Timur Tengah

Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melesat 5,90 persen, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) naik 9,43 persen, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menguat 1,91 persen, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,90 persen, dan PT Elnusa Tbk (ELSA) bertambah 0,68 persen.

Sementara, IHSG merosot 0,84 persen ke 7.038, usai sempat terkoreksi tajam ke 2,14 persen di awal sesi. Indeks acuan tersebut sudah melemah tiga hari beruntun.

Baca Juga:
Fitch Naikkan Asumsi Harga Komoditas, Ini Prospeknya Bagi Saham Emiten Tambang

Penguatan saham energi terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia.

Menurut Reuters, minyak Brent naik 2,4 persen ke USD115,33 per barel pada Senin pagi dan mencatat kenaikan bulanan hingga 60 persen, melampaui lonjakan setelah invasi Irak ke Kuwait pada 1990.

Sementara itu, minyak mentah AS naik 3,0 persen ke USD102,52 per barel dengan kenaikan bulanan mencapai 53 persen.

Global Head of Economics JPMorgan, Bruce Kasman, memperingatkan, penutupan Selat Hormuz berpotensi mendorong lonjakan harga energi lebih tajam.

"Semakin lama selat tersebut tetap tertutup, semakin besar penurunan cadangan penyangga yang dapat memicu kenaikan dramatis pada harga minyak mentah, gas alam, dan komoditas lainnya," ujar Bruce Kasman, seperti dikutip Reuters.

Ia melanjutkan, "Skenario penutupan selama satu bulan tambahan dapat mendorong harga minyak menuju USD150 per barel dan membatasi pasokan energi bagi konsumen industri."

Harga batu bara juga menunjukkan penguatan dengan bertahan di atas USD140 per ton pada Jumat (27/3/2026) pekan lalu, mendekati level tertinggi sejak Oktober 2024.

Kenaikan ini dipicu ketidakpastian upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Iran yang menjaga premi risiko pada harga energi global.

Harga batu bara telah melonjak lebih dari 20 persen sejak perang Iran dimulai karena gangguan aliran minyak dan gas global mendorong negara-negara besar meningkatkan penggunaan batu bara sebagai sumber energi alternatif.

Jepang juga memberi sinyal peningkatan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara untuk menghadapi guncangan energi akibat konflik Timur Tengah. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aktivitas Logistik Terganjal Perang Iran vs Israel-AS: Kapal Telat Tiba, Biaya OSV Berpotensi Naik
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Reog Balon Carnival 2026 di Ponorogo Jadi Wadah Aman Hobi Balon Udara
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Juwono Sudarsono: Arsitek Reformasi Pertahanan Indonesia
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Datangi Mts Bekas Tempat Mengajar Pelaku Penyebar Jasa Asusila di Depok
• 41 menit laludisway.id
thumb
Prabowo Tiba di Tokyo Jelang Pertemuan dengan Kaisar-PM Jepang
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.